Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 30 Okt 2026

Ekonomi Jember Tumbuh 6,35 Persen, BPS RI Apresiasi Strategi Pengentasan Kemiskinan Gus Fawait


					Ekonomi Jember Tumbuh 6,35 Persen, BPS RI Apresiasi Strategi Pengentasan Kemiskinan Gus Fawait Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember mulai memperkuat strategi pengentasan kemiskinan melalui pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat. Langkah ini menjadi perhatian Badan Pusat Statistik (BPS) RI di tengah pertumbuhan ekonomi Jember yang mencapai 6,35 persen pada triwulan I-2026 dan 5,9 persen pada triwulan II-2026.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengapresiasi langkah tersebut saat menerima audiensi Bupati Jember Muhammad Fawait di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

 

Pertemuan itu membahas pemanfaatan data statistik, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta strategi percepatan pengentasan kemiskinan.

 

Amalia menilai, pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu disertai kebijakan yang memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

 

“Ini luar biasa,” ujar Amalia.

 

Dia menyebut, tidak banyak daerah yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menunjukkan hasil dalam penurunan kemiskinan. Ia juga mengapresiasi keterlibatan Pemkab Jember dalam mengawal pemutakhiran DTSEN, khususnya melalui verifikasi dan validasi data masyarakat pada desil pertama dan kedua.

 

Amalia turut mengulas pemahaman Gus Fawait terhadap data statistik yang dihasilkan BPS. Pemanfaatan data tersebut dinilai penting agar perencanaan pembangunan dan program pengentasan kemiskinan dapat menyasar kelompok masyarakat yang tepat.

 

“Ini keren sekali, kami jadi semangat untuk terus berkolaborasi,” tuturnya.

 

Sementara Gus Fawait mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan verifikasi dan validasi data masyarakat pada desil pertama dan kedua. Hasilnya telah disampaikan kepada BPS RI.

 

Pemkab Jember selanjutnya merencanakan proses serupa untuk masyarakat pada desil ketiga dan, jika memungkinkan, desil keempat.

 

Proses verifikasi melibatkan aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa yang sedang menjalani kuliah kerja nyata (KKN), serta relawan. Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan membantu pemerintah memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat yang lebih akurat.

 

“Tujuannya memastikan data kemiskinan di Jember benar-benar valid. Data itu yang menjadi dasar kami meramu dan merancang kebijakan pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, pemutakhiran data menjadi penting karena kondisi sosial ekonomi penduduk terus berubah. Perubahan pekerjaan, kondisi rumah tangga, kelahiran, dan kematian dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat.

 

Karena itu, kata Gus Fawait, Pemkab Jember berencana mengembangkan aplikasi yang terhubung dengan BPS agar pembaruan data masyarakat dapat dilakukan secara berkala.

 

Gus Fawait menyebut, penurunan kemiskinan menjadi salah satu indikator yang ingin terus diperbaiki pemerintahannya.

 

Saat awal memimpin Jember, jumlah penduduk miskin secara absolut di kabupaten tersebut termasuk dua terbesar di Jawa Timur. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, Jember kini telah keluar dari posisi dua besar tersebut.

 

Jumlah penduduk miskin di Jember juga disebut berkurang sekitar 15.990 orang. Capaian itu, menurut Gus Fawait, menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan berjalan bersama. Ke depan, bukan hanya kemiskinan, tetapi juga pengangguran, ketimpangan, dan indikator kesejahteraan lainnya menjadi perhatian kami,” ujarnya.

 

Pemkab Jember juga telah menyampaikan target penurunan kemiskinan hingga 2030 kepada BPS. Pemerintah daerah berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pemutakhiran data, tetapi berlanjut pada kajian mengenai dampak kebijakan terhadap perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat.

 

Gus Fawait menilai, capaian ekonomi Jember tidak dapat dilepaskan dari kerja bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

 

Menurut dia, sinergi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) perlu diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Pada 2026, Jember memperoleh program revitalisasi 258 sekolah dengan nilai anggaran Rp 187,38 miliar. Program tersebut mencakup 121 sekolah negeri dan 137 sekolah swasta, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

 

Di sektor pertanian dan ketahanan pangan, pemerintah pusat bersama Pemkab Jember juga mengalokasikan bantuan sekitar Rp 312 miliar untuk tahun anggaran 2025–2026.

 

Dukungan tersebut meliputi bantuan alat dan mesin pertanian, pompa air, traktor, mesin panen, serta rehabilitasi infrastruktur irigasi.

 

Sementara itu, program bantuan pangan pada 2026 menyasar sekitar 390.744 keluarga penerima manfaat di Jember. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah.

 

Jember juga memperoleh dukungan pembangunan Sekolah Rakyat melalui APBN dengan nilai kontrak sekitar Rp 221,99 miliar.

 

Adapun program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui belanja bahan pangan dan keterlibatan tenaga kerja setempat. Nilai anggaran MBG di Jember diperkirakan dapat mencapai Rp 4,6 triliun per tahun apabila seluruh unit pelayanan beroperasi sesuai target.

 

Menurut Gus Fawait, berbagai program tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara kebijakan pemerintah pusat dan kebutuhan pembangunan daerah. Dukungan anggaran, kata dia, harus diikuti perencanaan yang terarah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama kelompok rentan.

 

“Kami akan terus melibatkan semua pihak, baik di Kabupaten Jember maupun pemerintah pusat. Pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan menjadi konsen kami, sesuai dengan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto,” kata Gus Fawait.

Ke depan, Pemkab Jember dan BPS RI berencana memperkuat koordinasi dalam pemutakhiran data sosial ekonomi serta mengevaluasi dampak program pembangunan terhadap penurunan kemiskinan. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Komunitas Honda Jatim Jadi Bagian dari 32.214 Bikers di Honda Bikers Day 2026

30 Oktober 2026 - 08:37

MPM Honda Jatim Hadirkan Fun Drag Bike Honda Vario Evo 160 di Hoofdburell City Night Race 2026

30 Oktober 2026 - 08:35

Inovasi Dispertan Trenggalek Berbuah Manis, Juara Dua OPD Inovatif 

30 Oktober 2026 - 08:22

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah, Ketua-Bendahara KONI Kota Pasuruan Ditahan Kejari

29 Oktober 2026 - 21:29

Minat Baca Masih Tinggi, Perpustakaan Jember Tambah Jam Layanan hingga Malam 

29 Oktober 2026 - 17:25

​Cegah Manipulasi Suara, Dr. Albahori dan Faisal Tuntut Sirekap Lebih Akuntabel

29 Oktober 2026 - 17:12

Trending di KABAR NUSANTARA