Jember, Kabarpas.com – Sebanyak 57 pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember masa bakti 2025–2029 resmi dilantik di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (29/11/2025) malam. Kehadiran kepengurusan baru di bawah komando Ervan Priambodo menjadi titik awal penyusunan arah pembinaan olahraga yang lebih terukur dan berorientasi hasil.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil dalam pelantikan tersebut, menilai Jember tengah menunjukkan keseriusan besar melalui komitmen kuat Bupati Fawait. Tantangan Bupati kepada KONI Jatim agar menggelar event olahraga tingkat provinsi di Jember disebut sebagai sinyal bahwa daerah ini ingin tampil sebagai tuan rumah yang siap bersaing.
Nabil menyebut langkah itu sebagai pesan kuat agar prestasi daerah tak hanya berhenti pada slogan. Ia menegaskan pentingnya penetapan cabang olahraga prioritas serta pola pembinaan yang objektif.
“Dengan potensi besar yang dimiliki Jember, kita ingin melihat prestasi yang nyata. Orientasinya harus prestasi, bukan sekadar meriah,” ujarnya.
Ia mendorong KONI Jember memperkuat rekrutmen atlet, pembibitan usia dini, hingga penyusunan kalender evaluasi rutin. Dengan dua juta penduduk, banyak perguruan tinggi, dan basis atlet yang kuat, Nabil menilai Jember memiliki ruang besar untuk berkembang, bahkan membuka cabang olahraga baru yang potensial.
Sementara itu, Bupati Fawait menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap dunia olahraga telah diwujudkan dalam kebijakan nyata. Salah satu yang paling menonjol adalah bonus atlet terbesar se-Jawa Timur, mencapai Rp50 juta plus beasiswa.
“Jember harus berani berdiri di barisan depan. Ini bukti bahwa kami serius,” tegas bupati.
Bupati meminta pengurus baru memasang target yang mencerminkan skala potensi Jember. Dengan jumlah penduduk besar, fasilitas yang terus dibenahi, serta lingkungan pendidikan yang kuat, ia menyebut posisi 10 besar Jawa Timur sebagai target realistis untuk dikejar.
Dalam kesempatan itu, bupati juga menyatakan kesiapan Jember menjadi tuan rumah event olahraga berskala minimal provinsi. Menurutnya, penyelenggaraan event besar bukan hanya tentang sportivitas, tetapi juga strategi untuk menjaga perputaran ekonomi lokal.
Ia menyebut multiplier effect dari event olahraga mampu menggerakkan UMKM, hotel, transportasi, hingga sektor wisata.
“Kalau cabor ingin menggelar event, saya fasilitasi. Minimal level provinsi. Kalau kelas kabupaten tidak perlu, kita harus besar sekalian agar dampaknya kuat untuk ekonomi masyarakat,” tegasnya. (dan/ian).

















