Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 30 Mei 2026

Festival Kampung Dongeng Ajak Orang Tua Luangkan 10 Menit untuk Membangun Kedekatan dengan Anak


Festival Kampung Dongeng Ajak Orang Tua Luangkan 10 Menit untuk Membangun Kedekatan dengan Anak Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Di tengah rutinitas yang semakin padat dan dominasi gawai dalam kehidupan sehari-hari, Kampung Dongeng mengajak para orang tua kembali menemukan cara sederhana untuk membangun kedekatan dengan anak, lewat bercerita.

Pesan itu mengemuka dalam Festival Kampung Dongeng yang digelar di Lapangan Universitas Jember, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-17 Kampung Dongeng tersebut dirancang sebagai ruang interaksi antara orang tua dan anak melalui berbagai aktivitas bersama.

Alih-alih hanya menghadirkan hiburan untuk anak, festival ini menempatkan keluarga sebagai pusat kegiatan. Orang tua diajak terlibat langsung dalam permainan keluarga, membuat kerajinan bersama, mengikuti kegiatan literasi, hingga mendengarkan dongeng bersama anak-anak mereka.

 

Ketua Panitia Festival Kampung Dongeng 17, Unshita Rini mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kegelisahan semakin berkurangnya waktu berkualitas antara orang tua dan anak di rumah.

 

“Hari ini kami ingin menciptakan kedekatan antara orang tua dan anak. Melalui permainan keluarga, membuat kreasi bersama, literasi, dan mendengarkan dongeng bersama,” tuturnya.

 

Menurut dia, mendongeng yang dulu menjadi bagian dari tradisi keluarga kini semakin jarang dilakukan. Kesibukan orang tua dan tingginya penggunaan perangkat digital membuat komunikasi hangat di dalam keluarga perlahan berkurang.

Padahal, kata Unshita, membacakan cerita tidak harus memakan waktu lama. Bahkan lima hingga sepuluh menit setiap hari sudah cukup untuk membangun koneksi emosional dengan anak.

“Kami ingin orang tua terbiasa membacakan cerita. Tidak perlu lama, lima menit atau sepuluh menit saja sudah sangat berarti untuk anak,” ujarnya.

Bagi Kampung Dongeng, cerita bukan sekadar sarana hiburan. Melalui cerita, orang tua dapat menyampaikan berbagai nilai kehidupan dengan cara yang lebih mudah diterima anak.

Alih-alih memberikan nasihat secara langsung, pesan tentang kebiasaan baik, disiplin, hingga pola hidup sehat bisa disampaikan melalui tokoh dan alur cerita yang dekat dengan dunia anak-anak.

“Anak merasa tidak digurui. Misalnya kita ingin mengajarkan pentingnya makan sayur, lewat cerita pesan itu lebih mudah masuk dan dipahami,” kata Unshita.

Selain membantu pembentukan karakter, aktivitas mendongeng juga dinilai berkontribusi pada perkembangan bahasa, kemampuan komunikasi, hingga kepercayaan diri anak.

Festival yang terbuka untuk umum itu melibatkan peserta dari berbagai kalangan, mulai siswa taman kanak-kanak, komunitas Duta Hijau Cilik, hingga masyarakat umum. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan turut mendukung kegiatan literasi, sementara delapan pelaku UMKM lokal ikut meramaikan acara.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penggunaan gawai pada anak, mendongeng juga dipandang sebagai alternatif aktivitas yang dapat mempererat hubungan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap layar.

“Kita hidup di era digital dan teknologi memang dibutuhkan. Tapi penggunaan gadget untuk anak tetap perlu dibatasi dan dilakukan secara bijaksana,” ujar Unshita.

Melalui festival ini, Kampung Dongeng berharap orang tua tidak hanya hadir secara fisik di dekat anak, tetapi juga hadir secara emosional. Sebab bagi anak, perhatian sederhana berupa cerita sebelum tidur atau beberapa menit percakapan hangat sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan orang dewasa.

“Pesan kami sederhana, bangun kedekatan dengan anak-anak melalui cerita,” tandas Unshita Rini. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya

9.815 Kuota Bansos Belum Terisi, Pemkab Jember Ajukan Penambahan Penerima

25 September 2026 - 19:13

Pemkot Pasuruan Berangkatkan 28 Peserta Kontingen Porsadin ke Tingkat Jawa Timur

25 September 2026 - 17:06

Ompreng MBG di Jember Disorot karena Disebut Kotor, Pengelola Dapur: Noda Sisa Minyak

25 September 2026 - 16:45

Gus Anam Lepas 20 Santri Andalusia Studi ke Al-Azhar Mesir

25 September 2026 - 13:52

Jember Tawarkan Blueprint Home Care ke Kemenkes, Wamen: Sudah Dikenalkan ke Daerah Lain 

25 September 2026 - 11:46

Gowes Bareng, Mas Adi Tinjau Rusunawa Petahunan hingga Susuri Sungai Melihat Potensi Wilayah Perairan Kota Pasuruan

25 September 2026 - 11:11

Trending di Berita Pasuruan