Reporter : Ajo
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Sebagai upaya mewujudkan Pengelolaan DAS Rejoso secara lestari. Gerakan RejosoKita kembali melakukan seminar bertajuk “Menuju pengelolaan DAS Rejoso Terpadu Melalui Kolaborasi Multipihak”.
Dalam acara yang digelar di Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan, yang beralamat di Jalan Ir H. Juanda Kota Pasuruan ini, melibatkan beragam pemangku kepentingan yang ada di wilayah setrmpat.
Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih akan pentingnya pengelolaan suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu dengan kolaborasi antar pemangku kepentingan baik dari sektor pemerintah, sektor swasta, akademisi, komunitas, media maupun masyarakat khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso.
Hadir dalam acara tersebut Dr. Ni’matul Khasanah (World Agroforestry Centre), Dr. Gunawan Wibisono (CKNet-INA), Faishal Nizarsyah, ST, MT (Kepala Bidang Perencanaan Bappeko), Rony Winarno (Rektor UNMER), Hari Wicaksono ( CSR Manager PT Tirta Investama Plant Keboncandi), serta sejumlah narsum lainnya.
Pitono Nugroho Direktur Yayasan Social Investment Indonesia mengatakan bahwa DAS Rejoso merupakan DAS penting yang menjadi penunjang kebutuhan air utama di beberapa kota di Jawa Timur.
“Dan ini menjadi Proyek Strategis Nasional dengan adanya SPAM Umbulan yang akan dialirkan ke beberapa kabupaten kota diantaranya Surabaya, Gresik, Sidoarjo serta Pasuruan,” ujar Pitono saat memberikan sambutannya.
Sementara, Dr. Gunawan Wibisono dari CKNet- INA mengatakan bahwa permasalahan yang ada di DAS Rejoso terjadi mulai dari hulu hingga hilir, dibagian hulu perubahan lahan hutan menjadi pertanian terjadi sangat besar.
“Sedangkan di bagian tengah, eksploitasi dan pembukaan lahan untuk pertambangan sangat banyak, selain itu pemanfaatan sumber daya air yang berlebihan dan tidak terkendali menjadi persoalan utama dalam ketersediaan sumber air besih dimasa yang akan datang. Di bagian hilir, pencemaran lingkungan terjadi sangat masif yang menurunkan kualitas lingkungan khusunya sungai Rejoso itu sendiri,” ucapnya.
Di sisi lain, Rony Winarno selaku Rektor Universitas Merdeka Pasuruan menyampaikan mendukung Gerakan RejosoKita dalam melakukan pengelolaan DAS Rejoso secara terpadu.
“Hal ini tidak lepas dari tugas dan fungsi Universitas Merdeka dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi,” tutupnya. (ajo/gus).

















