Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 9 Nov 2024

Hikmah 1 – Makna Keikhlasan


Hikmah 1 – Makna Keikhlasan Perbesar

Oleh: Dr. Karlina Helmanita, M.Ag

 

KABARPAS.COM – IKHLAS itu kata sifat artinya bersih atau tulus hati. Sementara keikhlasan adalah kata benda, berarti ketulusan, kejujuran, atau kerelaan hati. Itulah makna dari KBBI online.

Makna sufistik keikhlasan selalu dihubungkan dengan sebuah amal seperti yang dituturkan Ibnu Atha’illah berikut ini

الأعمال صور قائمة، وأرواحها وجود سر الإخلاص فيها.

Al-a’maalu shuwarun qaa-imatun, wa-arwaahuhaa wujuudu sirril ikhlashi fiihaa’

“Amal itu seumpama jasad, sedangkan keikhlasan adalah ruhnya.”

Makna hikmah di atas menjelaskan bahwa amal ibarat jasad yang tak bernyawa, sedangkan keikhlasan laksana ruh yang menjadikan jasad itu hidup. Keikhlasan setiap orang berbeda-beda. Ada 3 tingkat keikhlasan itu:

Pertama, keikhlasan para ‘abid (ahli ibadah) berbentuk bersihnya amal mereka dari sifat riya’ yang nyata maupun yang tersamar dan dari niat yang didasari hawa nafsu. Mereka beramal karena Allah, mengharap pahala-Nya, serta ingin selamat dari azab dan siksa-Nya. Namun, mereka menisbatkan amal itu pada diri mereka dan menjadikannya sebagai tempat bergantung untuk meraih apa yang mereka inginkan. Kedua, keikhlasan para muhibbin (pecinta Allah) tergambar dalam niat amal mereka yang ditujukan sebagai wujud pengagungan dan penghormatan mereka terhada Allah; yang mereka layak mendapatkannyanya. Dalam beramal, mereka tidak bertujuan mendapat pahala atau takut dari siksa-Nya. Ketiga, keikhlasan parab arif berbentuk kesaksian dan pandangan mereka bahwa Allah semata yang menggerakkan dan mendiamkan mereka. Mereka tidak merasa memiliki daya dan upaya dalam hal itu. Oleh karena itiu, mereka tidak beramal, kecuali dengan bantuan Allah, bukan dengan daya dan kekuatan mereka. Tingkat keikhlasan para arif merupakan tingkat keikhlasan tertinggi.

Selain itu, Ibnu Atha’illah menarasikannya lebih dalam ketika bertanya “bagaimana kamu dapat menuntut imbalan atas amal padahal Allah yang menyedekahkan amal itu kepadamu?Bagaimana kamu dapat meminta ganjaran atas keikhlasan, padahal Allah yang menghadiahkan keikhlasan itu kepadamu?

Kata “menyedekahkan” untuk mengungkapkan amal lahir, sedangkan kata “menghadiahkan” untuk mengungkapkan keikhlasan yang merupakan amal bathin dan poros diterimanya amal lahir. Kedua kata ini dimaksudkan untuk menjelaskan perbedaan antara amal dan keikhlasan.

Semoga Allah menjaga amal dan keikhlasan kita.

Salam keikhlasan,

Berkarya untuk semua.

ALHIKAM

Ibnu Atha’illah as-Sakandari (Syarh Syekh Abdullah Asy-Syarqawi Al-Khalwati)- Terj. Iman Firdaus Dalam Al-Hikam Pasal 10 tentang Ruh Amal adalah Ikhlas. (***).

Artikel ini telah dibaca 160 kali

Baca Lainnya

Birokrat di Balik PAD Rp1 Triliun Itu Kini Jadi Pj Sekda Jember

12 Mei 2026 - 16:31

Indeks Daya Saing Daerah 2025, Jember Ungguli Banyuwangi

12 Mei 2026 - 10:11

Dispendik Jember Gelar Pameran Pendidikan Hardiknas 2026, Angkat Kreativitas Siswa Lintas Jenjang

12 Mei 2026 - 07:13

BPBD Jember Lakukan Asesmen Cepat Kebakaran Rumah Akibat Gas Bocor di Banjarsengon 

11 Mei 2026 - 08:02

Dari Pasar Lumpur Ledokombo, Festival Egrang Tanoker Perkuat Budaya dan Ekonomi Warga

9 Mei 2026 - 21:38

Wamen Komdigi Resmi Launching Festival Egrang Tanoker ke-14 di Jember

9 Mei 2026 - 14:39

Trending di KABAR NUSANTARA