Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 6 Apr 2019

Ikatan Alumni Syam Indonesia Gelar Saresahan Kebangsaan dan Doa Bersama Untuk Indonesia


Ikatan Alumni Syam Indonesia Gelar Saresahan Kebangsaan dan Doa Bersama Untuk Indonesia Perbesar

Reporter : Ajo

Editor : Agus Hariyanto

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Tahun politik merupakan momen yang cukup rawan dijadikan kesempatan untuk memecah belah bangsa. Maka di tahun politik seperti saat ini, momentum kebersamaan, persatuan dan kerukunan harus terus dijaga.

Untuk itu dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, Pengurus Pusat Ikatan Alumni Syam Indonesia bekerjasama dengan Mabes Polri menggelar acara doa bersama dan Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Menjaga Persatuan Dalam Kebhinekaan Menuju Pilpres 2019 Aman dan Damai”.

Acara ini digelar di Aula Pondok Pesantren Bayt al-Hikmah, Jl. Patiunus 25 Krampyangan, Bugul Kidul, Kota Pasuruan, pada Sabtu (6/42019) pagi.

Sejumlah tokoh dan ulama, serta Ketua Umum Ikatan Alumni Syam Indonesia, KH. Ahmad Fathir Hambali hadir dalam acara ini. Selain itu, juga dihadiri oleh gus-gus, alumni pesantren, perwakilan Ormas Islam dan kalangan pemuda.

KH. Muhammad Nailur Rohman selaku Ketua Panita acara mengugkapkan, digelarnya kegiatan ini ialah untuk menyatukan pemikiran bersama tentang pemahaman kebangsaan.

“Selain itu juga untuk memperkokoh konsep Islam rahmatan lil alamin. Serta Mendoakan Indonesia agar senantiasa bersatu, rukun, dan kondusif,” ujar kiai muda asal Kota Pasuruan tersebut.

Menurutnya, sebuah fakta yang selalu menarik untuk direnungkan adalah bahwasannya proses penyebaran Islam di Nusantara (kemudian disebut Indonesia) berjalan damai dan sukarela. Padahal Nusantara secara geografis sangatlah jauh dari sumber ajaran Islam.

“Tapi berkat adanya para da’i yang mampu membawa ajaran Islam dengan cara-cara yang menyentuh dan penuh dengan kebijaksanaan, maka Islam pun diterima tanpa paksaan, tanpa perlawanan dan tanpa pertumpahan darah, bahkan jumlah pemeluk Islam di Indonesia menjadi yang terbesar di seluruh dunia,” terangnya.

Ditambahkan, fakta lain yang menjadi karya besar bangsa Indonesia adalah kerukunan, persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman. Bhinneka Tunggal Ika bukan sekedar semboyan, tapi sebuah masterpiece putra bangsa yang begitu mahal nilainya.

“Indonesia dengan puluhan ribu pulau, ratusan suku, ratusan bahasa, beragam agama, ribuan adat istiadat dan kearifan lokal, semuanya hidup teratur dan saling menghormati. Tentu hal ini tidaklah mudah diwujudkan tanpa adanya kesepahaman dan kesepakatan antar kelompok,” tutupnya. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 152 kali

Baca Lainnya

Kisah Legenda Persekabpas Khasan Sholeh, Kini Sukses Jadi Juragan Ternak

6 Mei 2026 - 13:01

Geger! Nelayan Nguling Temukan Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengapung di Tengah Laut

5 Mei 2026 - 16:34

BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Layanan dan Serahkan Santunan pada Peringatan May Day 2026 Kabupaten Pasuruan

4 Mei 2026 - 13:28

Gebyar Kreativitas Anak PAUD di Pasuruan Meriah, Bunda Ani Tekankan 7 Kebiasaan Anak Hebat

3 Mei 2026 - 08:37

Begal Celurit Satroni Jalur Wisata Tutur, Mahasiswi Asal Sidoarjo Dibacok di Depan Bhakti Alam

2 Mei 2026 - 13:59

Adi Wibowo Mutasi Besar-besaran, Jabatan Sekda Rudiyanto Ikut Diganti

30 April 2026 - 18:43

Trending di Berita Pasuruan