Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 22 Jan 2018

Imbas Proyek Tol Gempas, Lima Ruang Belajar di SDN Pleret 1 Retak


					Imbas Proyek Tol Gempas, Lima Ruang Belajar di SDN Pleret 1 Retak Perbesar

Reporter : Joko Santoso

Editor : Agus Harianto

Pasuruan, Kabarpas.com –  Proyek pembangunan Tol Gempol  – Pasuruan (Gempas) seksi II B yang saat ini masih berlangsung, ternyata berimbas pada retaknya ruang belajar di SDN Pleret 1, Kelurahan Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Senin (22/01/2018).

Bahkan, sedikitnya ada lima ruang belajar di SDN Pleret tersebut yang mengalami retak di bagian dinding-dindingnya. Di antaranya yaitu ruang belajar atau kelas 2,3,4,5 dan 6. Selain itu siswa juga mengeluhkan adanya debu-debu yang bertebaran dari bongkaran rumah di sekitarnya.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komite Sekolah Muzakki kepada Kabarpas.com Senin,(22/01/2018). Ia menuturkan bahwa pekerjaan proyek tol Gempas itu sudah dimulai sejak akhir Desember lalu. Namun, sosialisasi baru ditrima pihak sekolah pada 8 Januari kemarin. Meski demikian aktifitas sekolah tetap berjalan seperti biasanya.

”Dampaknya terjadi pada anak-anak sekolah, terutama mereka mengalami sesak nafas dan batuk-batuk akibat debu yang masuk keruangan belajar, belum juga suara bising akibat pemasangan paku bumi,” ungkapnya kepada Kabarpas.com.

Selain itu, Kepala Sekolah SDN Pleret 1, Witoto mengungkapkan bahwa pada Sabtu (20/01/2018) lalu, pihaknya terpaksa memulangkan siswa lantaran tidak bisa konsentrasi kegiatan blajar mengajar. Bahkan, siswa banyak yang bilang ketakutan akibat suara pemasangan paku bumi yang keras tersebut.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan relokasi sekolah kepada Pemkab Pasuruan. Pasalnya, saat ini ruang belajar yang dipakai itu tidak layak untuk menampung kegiatan siswa belajar. Selain itu, kedepannya keberadaan tol tersebut juga tepat di atas sekolah, sehingga dikhawatirkan kebisingan kendaraan di tol mengganggu kegiatan belajar.

”Sementara,mengenai ruangan kelas yang retak,saya dapat kabar jika pelaksanaan pembangunan tol PT,Wijaya Karya,(Wika) bersedia memperbaikinya,” jelas Witoto kepada Kabarpas.com.

Hingga berita ini dikabarkan, Kabarpas.com,berupaya untuk konfirmasi kepada pihak humas PT.Wika, Fery Budi. Namun, saat wartawan Kabarpas.com mendatangi kantor PT. Wika di Jalan Patiunus Nomor 10, Kelurahan Krampyangan, Kota Pasuruan yang bersangkutan sedang tidak ada di kantor. (yon/gus).

Artikel ini telah dibaca 48 kali

Baca Lainnya

Rapat Paripurna IV DPRD Kota Pasuruan, Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Disepakati

27 Oktober 2026 - 08:51

DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Terbentuknya Perda Pesantren hingga Siapkan Job Fair Khusus Santri

27 Oktober 2026 - 08:33

Resmi Dikukuhkan, DPC PKB Kota Pasuruan Targetkan 12 Kursi dan Gaet Gen Z Lewat Sekolah Kader Perubahan

26 Oktober 2026 - 17:28

BREAKING NEWS! Gedung Belajar Ponpes Al Hidayah II Sukorejo Ambruk

23 Oktober 2026 - 09:19

Kisruh Proyek Pembangunan Pabrik Smelter di PIER Pasuruan

22 Oktober 2026 - 15:32

Lindungi Masa Depan Keluarga, Pemdes Trewung Beri Jaminan Perlindungan bagi 559 Pekerja Rentan

22 Oktober 2026 - 12:06

Trending di Berita Pasuruan