Denpasar, Kabarpas.com – Delegasi LPBI NU dalam acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke 7 yang diselenggarakan di Bali, menyampaikan program Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Salah satunya adalah pengelolaan lingkungan hidup dan perubahan iklim.
Masalah lingkungan hidup di Indonesia dan dunia semakin banyak, sehingga penting untuk segera dicari solusinya. Hal tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi keberlanjutan kehidupan manusia, karena alam menjadi sumber pemenuhan segala kebutuhan.
Menurut keterangan Yoyok Wachyudi, perwakilan delegasi LPBI NU, yang juga sebagai pengurus Forum PRB Jatim, telah menggelar program lingkungan hidup dalam bentuk edukasi dan studi konservasi alam yang dilakukan dengan gerakan penghijauan.
Gerakan penghijauan yakni Go Green Indonesiaku yang sudah dijalankan diantaranya menanam pohon, mengefisienkan penggunaan energi listrik, mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan batu bara, mengurangi penggunaan kertas, mengefisienkan dan mengurangi penggunaan air, melakukan perubahan ke gaya hidup hijau yang ramah lingkungan, melakukan perbaikan terhadap alat elektronik yang rusak, serta menyuarakan dan mendorong agar semua elemen masyarakat mensukseskan Go Green Campaign.
“Kami berharap agar hasil dari GPDRR ke-7 dapat ditindak lanjuti dengan kerja-kerja kolaboratif antar pihak, termasuk melibatkan kelompok rentan, kaum marginal, dan difabel. Mengingat bahwa bencana adalah urusan bersama. Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita,” ujar Gus Yoyok. (Jun/Diz)

















