Jember, Kabarpas.com – Upaya lobi Bupati Jember Muhammad Fawait kepada pemerintah pusat mulai membuahkan hasil. Dia mengungkapkan berbagai program dan bantuan pertanian senilai sekitar Rp312 miliar telah mengalir ke Kabupaten Jember sepanjang 2025 hingga 2026.
Menurut Fawait, dukungan tersebut merupakan hasil sinergi dan komunikasi intensif yang dilakukan Pemkab Jember dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian.
“Dari tahun 2025 sampai 2026 sudah kelihatan hasil lobi kita kepada pemerintah pusat. Itu menunjukkan komitmen yang jelas kepada sektor pertanian dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Jember,” kata Fawait saat kegiatan Pro Gus’e Update di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember, Sabtu (6/6/2026).
Fawait menjelaskan, salah satu alasan utama dirinya aktif melakukan lobi adalah kondisi infrastruktur pertanian Jember yang dinilai memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, hampir 70 persen infrastruktur pertanian berada dalam kondisi kurang baik sehingga berpengaruh terhadap produktivitas sektor pangan.
“Kalau kita hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup. Karena itu kami bolak-balik Jakarta untuk memperjuangkan bantuan pembangunan infrastruktur pertanian Kabupaten Jember,” ujarnya.
Pada 2026, sejumlah program besar telah disiapkan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian. Salah satunya program Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas sekitar 7.070 hektare yang ditujukan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan luas panen petani.
Selain itu, pemerintah juga akan menyalurkan 100 unit Irigasi Perpompaan (Irpom). Program ini diharapkan mampu membantu pengairan lahan yang selama ini mengalami keterbatasan akses air.
“Irpom menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan lahan. Lahan yang sebelumnya sulit diairi akan lebih mudah mendapatkan pasokan air,” kata Fawait.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Jember bersama pemerintah pusat juga menyiapkan program pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Tahun ini ditargetkan hampir 190 hingga 200 titik irigasi mendapatkan perbaikan, ditambah rehabilitasi 16 jaringan irigasi skala besar.
Tak hanya infrastruktur, berbagai bantuan sarana produksi pertanian juga akan disalurkan kepada petani. Di antaranya bantuan pupuk, benih padi, benih kopi, hingga benih jagung untuk lahan seluas 3.540 hektare.
Pemerintah juga menyiapkan program bongkar ratun tebu seluas 2.554 hektare untuk mendukung peningkatan produktivitas petani tebu di Jember.
Di bidang mekanisasi pertanian, bantuan alsintan yang akan disalurkan sepanjang 2026 meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, hand tractor, drone pertanian, combine harvester, mobile dryer atau pengering bergerak, power thresher, mesin roasting kopi, hingga kendaraan roda tiga untuk kelompok tani.
Menurut Fawait, nilai bantuan alat dan mesin pertanian yang akan diterima petani mencapai miliaran rupiah dan menjadi salah satu yang terbesar yang pernah diterima Kabupaten Jember.
“Ini sekali lagi merupakan perhatian besar pemerintah pusat terhadap sektor pertanian Jember. Bantuan tidak hanya berupa alat, tetapi juga bibit, pupuk, dan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Fawait juga meminta seluruh kelompok tani penerima program agar memanfaatkan bantuan secara maksimal dan menghindari penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Ia optimistis program-program tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian. Salah satu indikatornya adalah luas tambah tanam (LTT) padi di Kabupaten Jember yang terus meningkat dan kini menjadi yang terbesar di Jawa Timur.
“Perkembangan pertanian Jember sudah berada di jalur yang benar. Luas tambah tanam kita menjadi yang terbaik di Jawa Timur dan ini harus terus kita pertahankan,” tandasnya. (dan/ian).

















