Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 2 Agu 2026

Jember Bidik Status Kiblat Cerutu Dunia, JKCI 2026 Satukan Bisnis, Budaya, dan Pariwisata


Jember Bidik Status Kiblat Cerutu Dunia, JKCI 2026 Satukan Bisnis, Budaya, dan Pariwisata Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Festival “Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026” kembali menjadi panggung bagi Kabupaten Jember untuk mempertajam identitasnya sebagai daerah penghasil tembakau sekaligus cerutu. Digelar di kawasan Pantai Watu Ulo, Sabtu (1/8/2026), festival ini tak sekadar menjadi ajang temu bisnis industri cerutu, tetapi juga memadukan promosi pariwisata, seni budaya, dan hilirisasi hasil perkebunan.

Salah satu momen penting dalam festival tersebut adalah peluncuran dua produk cerutu terbaru BIN Cigar, yakni “Sakera” dan “Grand Cigaro”, yang dipersiapkan untuk menembus pasar internasional.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan kehadiran peserta dari 11 negara menjadi sinyal bahwa promosi cerutu Jember mulai mendapat perhatian dunia. Menurutnya, JKCI bukan hanya memperkenalkan tembakau sebagai komoditas unggulan, tetapi juga menunjukkan kemampuan Jember menghasilkan produk bernilai tambah.

“Hari ini hadir peserta dari 11 negara, termasuk Amerika. Ini menunjukkan kita sudah berada di jalur yang tepat untuk mempromosikan Jember sebagai kota tembakau sekaligus destinasi wisata dan pusat pengembangan ekonomi berbasis tembakau dan cerutu,” ungkapnya.

Pemilihan Pantai Watu Ulo sebagai lokasi penyelenggaraan juga memiliki tujuan strategis, yakni mengenalkan destinasi wisata Jember kepada tamu mancanegara yang hadir dalam festival tersebut.

Meski dikemas dengan konsep yang lebih eksklusif karena menyasar komunitas pencinta cerutu, menurut Fawait, kegiatan itu tetap mampu menarik perhatian masyarakat umum.

Konsep JKCI tahun ini juga berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Selain forum bisnis dan pameran produk, festival menghadirkan pertunjukan budaya lokal yang dipadukan dengan musik internasional.

Fawait menilai kolaborasi tersebut menjadi pesan bahwa pengembangan pariwisata tidak harus mengorbankan identitas budaya daerah.

“Musiknya ada nuansa internasional, ada musik lokal Jember, dan ada kesenian Indonesia. Kita ingin menunjukkan bahwa saat mempromosikan Jember ke dunia, kita tetap menjaga identitas budaya lokal,” ujarnya.

Bagi Pemkab Jember, pengembangan sektor pertembakauan kini tidak lagi berhenti pada produksi daun tembakau. Fokus mulai diarahkan pada hilirisasi melalui produk olahan seperti cerutu yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Menurut Fawait, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus menjaga stabilitas harga tembakau di tingkat petani.

“Kalau dulu kita hanya menjual atau mengekspor tembakau mentah, sekarang sudah menjadi cerutu. Hilirisasi ini akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi Jember dan mudah-mudahan harga tembakau petani juga semakin stabil,” tegasnya.

Fawait bahkan menyebut JKCI kini menjadi festival cerutu terbesar di Asia. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan Jember tidak hanya dikenal sebagai kota tembakau, tetapi juga berkembang menjadi salah satu kiblat industri cerutu dunia.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah yang turut hadir dalam festival memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara BIN Cigar dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Menurutnya, penyelenggaraan JKCI memiliki dampak ekonomi yang luas karena tidak hanya menggerakkan industri cerutu, tetapi juga sektor pariwisata dan usaha masyarakat.

“Saya salut terhadap apa yang dilakukan BIN Cigar bersama Pemerintah Kabupaten Jember. Ini merupakan terobosan penting yang menggerakkan roda ekonomi, pariwisata, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Charles.

Ia berharap dukungan terhadap industri cerutu Jember terus diperkuat, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sehingga cita-cita menjadikan Jember sebagai kota cerutu berkelas dunia dapat terwujud.

Melalui JKCI 2026, Jember tidak hanya menawarkan kualitas tembakau yang telah lama dikenal, tetapi juga menunjukkan bagaimana komoditas lokal dapat diolah menjadi produk premium yang memiliki daya saing di pasar global. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

SMKS Islam 1 Kota Blitar Wujudkan Vokasi Berdampak Melalui Pelatihan Mekanik bagi Komunitas DMI

2 Agustus 2026 - 17:18

Saat Banggar Memanas, Fawait Tetap Santai dengan Politik Anggarannya

2 Agustus 2026 - 16:48

Ketua HKTI Jember Apresiasi JKCI 2026, Dinilai Perkuat Ekosistem Tembakau dan Cerutu

2 Agustus 2026 - 16:35

‘Jember Tidak Kekurangan Duit’, Fawait Buka Suara Soal Pinjaman Rp786 Miliar

2 Agustus 2026 - 16:29

Ratusan Pelajar SMP di Kota Pasuruan Meriahkan Lomba Dolanan Tradisional 

1 Agustus 2026 - 18:54

Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan Ikuti MPLS, Wali Kota Tekankan Sekolah Ramah Tanpa Bullying

1 Agustus 2026 - 13:53

Trending di Berita Pasuruan