Jember, Kabarpas.com – Dibukanya kembali rute penerbangan Jember–Surabaya oleh Wings Air pada 1 Juni 2026 menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas Kabupaten Jember. Namun bagi Lion Air Group, tantangan terbesar bukanlah membuka rute baru, melainkan menjaga agar penerbangan tersebut tetap beroperasi secara berkelanjutan.
Presiden Direktur Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan keberlangsungan penerbangan sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, agen perjalanan, media, hingga masyarakat sebagai pengguna jasa penerbangan.
“Bagaimana supaya menjaga kontinuitas? Tentunya ini adalah kolaborasi dari seluruh stakeholder atau seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan tentunya masyarakat,” kata Daniel saat menjawab pertanyaan wartawan dalam peresmian rute Jember–Surabaya di Bandara Notohadinegoro.
Menurut Daniel, Lion Air Group tidak hanya mengandalkan penjualan tiket secara langsung, tetapi juga melibatkan jaringan agen perjalanan untuk membantu meningkatkan okupansi penerbangan dari dan menuju Jember.
“Kami juga didukung oleh beberapa travel agent. Travel agent ini kami tugaskan untuk ikut mencari pasar dan mempromosikan penerbangan ini,” ujarnya.
Selain itu, Lion Air Group juga mengoptimalkan platform digital miliknya, yakni aplikasi BookCabin, untuk memudahkan masyarakat melakukan pemesanan tiket sekaligus mendorong tingkat keterisian penumpang.
“Untuk mempermudah pemesanan tiket seluruh armada Lion Group, kami mempunyai online travel agent bernama BookCabin. Di situ banyak kemudahan dan bahkan ada pilihan-pilihan diskon bagi pelanggan,” kata Daniel.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memesan tiket penerbangan Lion Air Group secara langsung sekaligus memperoleh berbagai penawaran perjalanan.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan kemudahan itu. Semakin mudah akses pembelian tiket, semakin besar peluang masyarakat menggunakan transportasi udara,” ujarnya.
Daniel menilai salah satu kekuatan utama rute Jember–Surabaya adalah efisiensi waktu perjalanan. Jika perjalanan darat membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam, penerbangan hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam.
“Daripada memilih perjalanan tiga, empat, atau lima jam, lebih baik 40 menit. Ini yang menjadi keunggulan transportasi udara,” katanya.
Menurut dia, kecepatan perjalanan menjadi faktor penting bagi pelaku usaha dan investor yang membutuhkan mobilitas tinggi.
“Transportasi adalah tulang punggung ekonomi. Kebutuhan bisnis memerlukan waktu yang cepat dan tepat. Karena itu kami berharap para pelaku usaha memanfaatkan penerbangan ini,” ujarnya. (dan/ian).

















