Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 14 Sep 2026

Kartu Pers Ditabur, Lilin Dinyalakan, Wartawan Mojokerto Berdoa untuk Rekan yang Hilang


					Kartu Pers Ditabur, Lilin Dinyalakan, Wartawan Mojokerto Berdoa untuk Rekan yang Hilang Perbesar

Mojokerto, Kabarpas.co – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers di Mojokerto. Puluhan wartawan yang tergabung dalam Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto (MC RJM) bersama Aliansi Wartawan Mojokerto Raya menggelar doa bersama untuk keselamatan mereka.

Doa bersama digelar di Alun-alun Kota Mojokerto, Senin (14/9/2026) pagi. Suasana berlangsung khidmat. Selain doa, para jurnalis juga melakukan tabur bunga, menyalakan lilin, serta meletakkan kartu pers sebagai simbol duka sekaligus bentuk solidaritas terhadap rekan seprofesi yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kegiatan tersebut turut diikuti perwakilan PT SPS, Hotel Aston Mojokerto serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto.

Koordinator MC RJM, M. Syafiuddin, mengatakan kegiatan tersebut murni merupakan bentuk kepedulian dan doa dari para jurnalis Mojokerto terhadap rekan-rekan mereka yang tengah mengalami musibah.

“Ini murni kegiatan teman-teman untuk mendoakan teman jurnalistik yang belum ditemukan. Keprihatinan kita bersama karena teman kita terkena musibah,” ungkapnya.

Ia berharap lima wartawan bersama tiga kru ekspedisi tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat. Reporter Kompas TV itu juga berharap kabar yang beredar mengenai hilangnya kontak hanya disebabkan gangguan sinyal.

 

“Kita berdoa yang terbaik untuk lima rekan kita beserta ABK. Semoga hanya hilang sinyal saja dan mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

 

Lebih jauh, Syafiuddin mengingatkan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh insan pers. Menurutnya, tugas jurnalistik memang menuntut keberanian untuk mencari dan menyampaikan informasi penting kepada masyarakat. Namun, keselamatan jurnalis tetap harus menjadi pertimbangan utama.

 

“Ini menjadi peringatan bagi kita bahwa tidak ada berita yang seharga dengan nyawa,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, seorang jurnalis harus mampu memperhitungkan risiko ketika menjalankan tugas, terutama saat berada di lokasi yang memiliki potensi bahaya.

 

“Memang ada informasi penting yang harus disampaikan kepada masyarakat. Tetapi kita juga harus menghitung bagaimana keselamatan kita. Kalau tidak, kita yang justru akan dikabarkan,” katanya.

 

Doa bersama tersebut ditutup dengan harapan agar masih ada kabar baik dari para jurnalis dan kru ekspedisi yang belum ditemukan.

“Semoga masih ada cahaya bagi teman-teman kita. Semoga mereka hanya tertutup kabut dan bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkas Syafiuddin. (bro/ian).

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Audiensi dengan Ormas, Kapolres Jombang Perkuat Sinergitas Jaga Kondusivitas Wilayah

6 November 2026 - 15:46

MPM Honda Jatim Hadirkan Safety Riding Kids Park, Kenalkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

6 November 2026 - 14:43

Dukung Tumbuh Kembang Anak, Seminar Parenting Talk “Mencintai, Tanpa Melukai” Siap Digelar di Perpusnas RI

6 November 2026 - 11:26

Menuju POPDA XV dan PEPARPEDA III, Mas Adi Titip Pesan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Kota Pasuruan

5 November 2026 - 19:10

Kejuaraan Atletik Piala Bupati Jember Rampung, PASI Minta Kesiapan Medis Jadi Perhatian

5 November 2026 - 18:55

PWNU-Polda Jatim Siapkan Kerjasama Program “Jogo Pondok

5 November 2026 - 15:39

Trending di KABAR NUSANTARA