Jumat, 17 Oktober 2025 – 09.21 | 609 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali mencuri perhatian pemerintah pusat. Inovasi WADUL GUS’e, kanal aduan masyarakat yang digagas langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai produk pemerintahan yang responsif dan dekat dengan rakyat.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah di Aula PB Sudirman, Kamis (16/10/2025). Acara tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan OPD dan seluruh camat se-Kabupaten Jember.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Jember atas inovasi Wadul Gus’e. Program ini menunjukkan pemerintahan yang responsif, cepat tanggap, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ini contoh nyata inovasi daerah yang bisa ditiru oleh kabupaten lain,” ujarnya.
Menurutnya, kanal aspirasi ini tak sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mempercepat penanganan masalah di lapangan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Wadul Gus’e sendiri merupakan platform aduan berbasis digital yang memungkinkan warga menyampaikan keluhan atau aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah. Laporan yang masuk ditindaklanjuti lintas-OPD sesuai bidangnya, memastikan respons cepat dan solusi konkret di lapangan.
Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa inovasi seperti Wadul Gus’e merupakan bagian dari komitmen Pemkab Jember untuk menghadirkan pemerintahan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Inovasi bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. Pemerintah harus mampu bergerak cepat dan menyesuaikan diri dengan tantangan baru agar Jember tidak tertinggal,” tegasnya.
Selain Wadul Gus’e, Gus Fawait juga menyoroti sejumlah langkah inovatif lain yang tengah dijalankan, termasuk upaya menghadirkan kembali penerbangan Jember–Jakarta yang kini dalam tahap evaluasi untuk kembali beroperasi.
Melalui berbagai terobosan tersebut, Pemkab Jember berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, efektif, dan solutif dengan masyarakat sebagai pusat pelayanan.
Rakor Inovasi Daerah kali ini juga menjadi ajang konsolidasi antar-OPD untuk memperkuat ekosistem inovasi dan memperluas praktik pelayanan publik berbasis teknologi.
Dengan dukungan penuh dari Kemendagri, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang progresif dan visioner di Jawa Timur membangun pemerintahan yang melayani dengan cepat, merespons dengan nyata, dan berinovasi tanpa henti. (dan/ian).

















