Reporter : Joko Santoso
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Momen hari raya ketujuh yang biasanya dimanfaatkan kaum muslimin untuk memperingati lebaran ketupat. Ternyata justru dibuat untuk beraksi melakukan tindakan pencurian motor seperti yang dilakukan oleh M.Basori (33), warga Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Apesnya, aksi pencurian motor di wilayah Ngopak, yang dilakukan oleh Basori bersama dengan satu orang temannya yang berhasil kabur tersebut dipergoki oleh warga. Sehingga ia pun akhirnya menjadi sasaran bulan-bulanan warga yang sudah terlanjur emosi.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com, saat itu Basori bersama temannya berboncengan mengendarai motor melintas di wilayah Ngopak sekitar pukul 15.00 sore. Setelah itu, mereka melihat sebuah motor jenis Honda Beat nopol N 3320 SK warna putih milik Sukarsih warga Tongas, yang kala itu sedang diparkir di depan rumah Buraton di Dusun Ngopak.
Disitulah, mereka memulai aksinya, Basori lantas turun dan masuk ke rumah, sementara temannya memilih untuk tetap di atas motornya, kemudian Basori melanjutkan niatnya untuk mengambil motor dan berusaha merusak kunci motor dengan kunci T. Namun sayang, aksinya ini diketahui oleh warga yang sedang melintas.
Tak pelak, warga tersebut berteriak minta tolong, hingga akhirnya kemudian teriakannya tersebut terdengar oleh warga lainya yang saat itu langsung mendatangi TKP dan tanpa komando menghajar salah satu pelaku hingga babak belur.
Beruntung aksi warga yang brutal ini diketahui oleh pihak kepolisian setempat, yang saat itu juga berhasil mengamankan pelaku dan kemudian membawanya ke Mapolsek Rejoso, sementara untuk teman pelaku berhasil melarikan diri.
Dari tangan pelaku ini, Polisi berhasil mengamankan sebuah tas warna hitam, setelah digledah ternyata berisikan sebuah senjata api rakitan berbentuk revolver hitam, satu buah Bondet, dan peluru aktif caliber.
Kapolsek Rejoso, AKP Teguh Pujo mengatakan, dari hasil penyidikan, pelaku mengaku melakukan aksinya lantaran terdesak kebutuhan hidup.
“Namun, kami akan terus mendalami kasus ini termasuk kepemilikan senpi. Kami juga masih mengembangkan kasus ini, termasuk temannya yang berhasil kabur,” pungkasnya. (jok/tin).

















