Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 25 Mei 2026

Ketua TP PKK Kota Pasuruan Tekankan PHBS dan Kesiapsiagaan Bencana dalam Evaluasi GKSTTB


Ketua TP PKK Kota Pasuruan Tekankan PHBS dan Kesiapsiagaan Bencana dalam Evaluasi GKSTTB Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus Adi Wibowo, S.Sos.I., M.I.Kom., menegaskan pentingnya membangun budaya hidup bersih dan sehat secara konsisten serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dalam kegiatan “Evaluasi Gerakan Keluarga Sehat Tangguh Tanggap Bencana (GKSTTB)” yang digelar di Gedung Gradhika, Senin (25/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Kepala BPBD atau yang mewakili, TP PKK Kota Pasuruan, Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan, serta Pokja IV Kecamatan dan Kelurahan beserta kader.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Pasuruan menyampaikan bahwa Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana merupakan upaya membentuk keluarga dan masyarakat agar mampu mandiri, menjaga kesehatan, serta tanggap terhadap berbagai bentuk bencana.

Ia menekankan bahwa pola hidup bersih dan sehat tidak boleh hanya dilakukan ketika menghadapi penilaian lomba semata, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat..

“Jangan hanya semangat ketika ada lomba saja. Pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar menjadi kebiasaan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, melalui program GKSTTB, masyarakat didorong untuk lebih sadar terhadap pentingnya kesehatan keluarga, kelestarian lingkungan, hingga perencanaan hidup sehat. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga agar siap menghadapi berbagai situasi darurat maupun bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Ketua TP PKK Kota Pasuruan menjelaskan, program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat. Pada aspek kesehatan, program diarahkan untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga guna mencegah stunting, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menurunkan angka kematian ibu dan balita.

Sementara pada aspek lingkungan hidup, masyarakat diajak membangun keluarga dan lingkungan yang tanggap serta tangguh terhadap bencana.

Sedangkan pada aspek perencanaan sehat, program menitikberatkan pada keluarga berencana, perencanaan keuangan sehat, dan peningkatan kesehatan pasangan usia subur (PUS).

Ia menambahkan, sosialisasi tanggap bencana melalui program GKSTTB bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, baik bencana alam maupun nonalam. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami langkah-langkah mitigasi, penanganan darurat, hingga upaya penyelamatan diri dan keluarga saat terjadi bencana.

Selain itu, kader PKK dan masyarakat juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing, sehingga budaya siaga bencana dapat tumbuh mulai dari lingkup keluarga hingga tingkat kelurahan. Menurutnya, kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Keluarga adalah lini pertama dalam menghadapi situasi darurat. Karena itu, pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari rumah tangga agar masyarakat lebih siap, sigap, dan tidak panik ketika menghadapi bencana,” katanya.

Selain membahas kesehatan dan kesiapsiagaan bencana, ia juga menyinggung persoalan sosial yang kini banyak terjadi di masyarakat, seperti gaya hidup konsumtif hingga maraknya pinjaman online.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga agar tidak terjebak persoalan ekonomi yang dapat berdampak pada kesejahteraan rumah tangga.

“Kita harus bisa mengelola kebutuhan keluarga dengan baik dan tidak mudah terpengaruh hal-hal yang justru memberatkan ekonomi keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Pasuruan juga mengajak seluruh kader kesehatan dan masyarakat untuk terus aktif melakukan edukasi terkait kesehatan tubuh, pola makan, kebersihan lingkungan, hingga kesehatan keluarga.

Ia berharap seluruh program kesehatan dan ketahanan keluarga yang dijalankan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup warga Kota Pasuruan.

“TP PKK Kota, kecamatan, dan kelurahan siap untuk melaksanakan Program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana,” tutupnya. (ajo/ian).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Hadir Menjaga Keselamatan dan Kesejahteraan Pengawal Wisata Jeep Bromo Tosari

25 Mei 2026 - 17:38

Malam Penentuan Indonesian Idol Season XIV Result & Reunion Show Siap Digelar!

25 Mei 2026 - 16:54

Pemkot Pasuruan Ikuti Rakor TPID untuk Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Idul Adha

25 Mei 2026 - 14:51

Industri Barbershop Pasuruan Naik Kelas, Hadirkan Barber Internasional Asal Portugal

25 Mei 2026 - 00:48

Luka

24 Mei 2026 - 23:56

Ribuan Guru TK se-Kabupaten Probolinggo Semarakkan Apel Besar HUT IGTKI-PGRI Ke-76

24 Mei 2026 - 13:15

Trending di Kabar Probolinggo