Cirebon, Kabarpas.com – Sebanyak 64 lulusan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di 15 perguruan tinggi di China pada 2026.
Para lulusan tersebut diterima di berbagai program studi yang tersebar di sejumlah kampus ternama, mulai dari bidang teknologi, teknik, kesehatan, hingga sains terapan.
Capaian itu menjadi salah satu hasil dari upaya pesantren dalam memperluas wawasan global para santri melalui berbagai program internasional.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Kiai Haji (KH) Imam Jazuli mengatakan bahwa pihaknya secara konsisten mendorong santri untuk belajar dari negara-negara yang memiliki keunggulan di berbagai bidang.
*Diterima di 15 Kampus di China*
Sebanyak 64 lulusan Pesantren Bina Insan Mulia diterima di 15 perguruan tinggi di China, antara lain Zhejiang University, Beijing Institute of Technology, Sichuan University, Jiangsu University, Zhejiang University of Technology, I-Shou University, National Chi Nan University, Changsha University, North Sichuan Medical College, Nantong College of Science and Technology, Nantong Vocational University, Guangxi Modern Polytechnic College, Tianjin Maritime Vocational College, dan Kainan University.
Kiai Imam Jazuli menilai kampus-kampus di China memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam pengembangan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) serta teknologi strategis yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.
Selain itu, perguruan tinggi di negara tersebut juga dinilai berhasil membangun budaya kompetisi akademik yang produktif dan mendorong inovasi.
Menurut Kiai Imjaz, sapaan akrabnya, China merupakan salah satu negara yang berhasil melakukan transformasi besar dalam sektor teknologi, pendidikan, ekonomi, industri, hingga riset.
“Kalau Indonesia ingin maju, maka belajarlah dari negara yang sudah maju. Tidak ada negara yang ujug-ujug maju kecuali setelah belajar dari negara lain yang lebih maju. Inilah yang saya sebut sebagai hukum peradaban,” ujar Kiai transformatif ini saat melepas keberangkatan santri, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
*300 Santri Bina Insan Mulia Studi Tur ke China*
Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon aktif memfasilitasi para santri untuk melakukan study tour ke China. Dari November 2025 sampai Mei 2026, ada 300 santri yang telah diberangkatkan ke China dalam 5 gelombang.
Mereka adalah santri SMP IT, SMA Unggulan Bertaraf Internasional, SMK Broadcast, Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional, dan SMP Unggulan.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, Lc., M.A., menjelaskan bahwa program study tour ini diselenggarakan untuk membuka cakrawala berpikir para santri terhadap perkembangan dunia internasional.
Menurutnya, China merupakan salah satu negara yang berhasil bangkit dari berbagai tantangan sejarah hingga menjadi kekuatan dunia dalam bidang teknologi, pendidikan, ekonomi, industri, fashion, dan arsitektur.
Melalui program ini, para santri diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman perjalanan internasional, tetapi juga memahami pentingnya semangat belajar, inovasi, dan kerja keras dalam membangun peradaban yang maju.
“Dengan melihat langsung perkembangan berbagai kota di China, Macau, dan Hong Kong, para santri dapat mengambil inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas diri serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan,” tegas Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia.
Panitia study tour menjelaskan, selama di China para santri diajak mengunjungi Macau, Hongkong, Shenzhen, dan Zhuhai. Selain mengeksplorasi tempat bersejarah, pusat perbelanjaan, dan wisata alam, agenda mereka dipadatkan untuk mempelajari destinasi keunggulan negeri Tirai Bambu itu.
Di Hongkong, mereka diajak mengunjungi Kowloon Mosque and Islamic Centre sebagai salah satu masjid terbesar dan tertua. Selain itu, rombongan juga mengunjungi Avenue of Stars yang menampilkan jejak para tokoh perfilman Hong Kong,
Di Shenzhen, rombongan para santri diajak menikmati dan mempelajari Shenzhen Industrial Park. Kawasan ini dikenal sebagai motor utama inovasi teknologi China serta menjadi ekosistem penting dalam pertumbuhan industri digital, riset, dan manufaktur modern.
Di kota ini juga para santri diajak menikmati Shenzhen Zhongshuge Bookstore, toko buku dengan desain arsitektur yang terkenal di dunia.
Untuk agenda company visit, para santri diajak melihat langsung praktik korporasi Rixin Cosmetic di wilayah Zhongshan. Perusahaan tersebut merupakan salah satu produsen kosmetik besar di China yang telah memasarkan produknya ke berbagai negara.
Dampak dari study tour sangat signifikan. Terbukti, banyak santri yang berminat melanjutkan study ke China. Tahun ini, sebanyak 64 lulusan Bina Insan Mulia yang akan meneruskan study ke 15 kampus di China dengan beasiswa. Bahkan untuk tahun 2027, sudah ada 128 santri yang mendaftar akan melanjutkan study ke China.
Kiai Imjaz menuturkan, kalau Indonesia ingin maju maka harus bisa mengirim para talentanya ke negara-negara yang menjadi pusat keunggulan tertentu untuk dipraktikkan di negeri ini.
“Saya ingin santri-santri berperan di sejumlah posisi strategis pembangunan Indonesia, maka mereka saya dorong dan saya fasilitasi untuk menimba ilmu di China sebagai pusat kemajuan hari ini,” pungkasnya. (ajo/ian).

















