Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 6 Jun 2026

Kolaborasi Pemkab Jember dan Pemerintah Pusat Kucurkan Rp312 Miliar untuk Perkuat Sektor Pertanian


Kolaborasi Pemkab Jember dan Pemerintah Pusat Kucurkan Rp312 Miliar untuk Perkuat Sektor Pertanian Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Kabupaten Jember kembali menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Muhammad Fawait dalam kegiatan Pro Gus’e Update di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember, Sabtu (6/6/2026).

Sejumlah bantuan yang disalurkan antara lain Combine Harvester untuk Kelompok Tani Dewi Sri Desa Jombang, Kecamatan Jombang, bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) 2026 untuk Kelompok Tani Moro Seneng Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) 2026 untuk Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, serta bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk Kelompok Tani Sri Murni 1 Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.

Dalam kesempatan itu, Fawait menegaskan bahwa bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan secara optimal dan diawasi bersama agar benar-benar berdampak pada peningkatan produksi pertanian.

“Pemerintah Kabupaten Jember bersinergi dengan pemerintah pusat untuk pengawasan bersama-sama. Termasuk bantuan alat pertanian, jangan sampai setiap tahun kita bantu tetapi tidak termanfaatkan dengan baik. Saya yakin dengan cara seperti ini bantuan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa kita awasi bersama-sama,” ujarnya.

Menurut Fawait, perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian saat ini semakin besar seiring kebijakan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Ia menyebut keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada sejumlah komoditas menjadi bukti pentingnya penguatan sektor pangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Dengan kondisi ekonomi global yang tidak baik-baik saja, kita bersyukur pemerintah pusat memprioritaskan sektor ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang kuat membuat dampak gejolak ekonomi dunia bisa diminimalkan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Fawait menegaskan komitmen Pemkab Jember sejalan dengan pemerintah pusat dalam memajukan sektor pertanian. Bahkan, menurutnya, sinergi tersebut juga didukung TNI, Polri, dan berbagai lembaga vertikal lainnya.

Ia mengungkapkan selama 2025 hingga 2026, total dukungan program pertanian yang masuk ke Jember dari pemerintah pusat dan daerah mencapai sekitar Rp312 miliar. Nilai tersebut disebutnya sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Jember.

“Kalau dinominalkan, seluruh program yang diberikan pemerintah pusat dan Pemkab Jember selama 2025 dan 2026 mencapai kurang lebih Rp312 miliar. Ini merupakan perhatian yang sangat besar terhadap sektor pertanian,” ujarnya.

Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah Optimalisasi Lahan (Oplah). Program ini difokuskan untuk meningkatkan luas panen tanpa harus menambah luas lahan pertanian yang semakin terbatas, khususnya di Pulau Jawa.

Menurut Fawait, pada 2025 hingga 2026 total cakupan program Oplah di Jember mencapai hampir 12.000 hektare, dengan target sekitar 7.070 hektare pada tahun 2026.

Melalui program tersebut, lahan yang sebelumnya hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun dapat meningkat menjadi dua kali tanam, sementara lahan yang sebelumnya dua kali tanam dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.

“Strateginya bukan menambah lahan, tetapi meningkatkan luas panen. Optimalisasi lahan terbukti mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas petani,” kata Fawait.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut sehingga Jember dapat semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Jago Lobi, Fawait Bisa Datangkan Ratusan Miliar untuk Pertanian Jember 

6 Juni 2026 - 18:20

Mas Adi: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Menapaki Jenjang Pendidikan yang Lebih Tinggi

6 Juni 2026 - 13:24

Perempuan NU Siap Jadi Garda Terdepan Literasi Digital dan Perlindungan Anak di Era Teknologi

6 Juni 2026 - 13:10

Wakil Wali Kota Siap Kawal Produk Susu Kurma Fatayat NU Menuju Pasar Nasional dan Ekspor

6 Juni 2026 - 12:59

RSD Kalisat Jadi Wahana Praktik KOPI MANIS 4.0, Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan Maternal dan Neonatal

5 Juni 2026 - 18:14

STIT Al Hadi Bojonegoro Resmi Berdiri, Menumbuhkan Pendidik Islam Berkualitas

5 Juni 2026 - 18:01

Trending di KABAR NUSANTARA