Reporter : Ajo
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendorong para pengusaha industri kecil menengah (IKM) di berbagai daerah, khususnya yang memiliki potensi produk unggulan agar bisa mengemas produknya memiliki daya saing dan nilai jual yang tinggi.
Nah, pada tanggal 15 September 2018 lalu. Tim dari Unesa yang dipimpin oleh Drs. Hasan Dani, S.T.,M.T, salah satu dosen Fakultas Teknik Unesa, telah mengunjungi pengusaha olahan jamur HAN bernama Herlina, di Dusun Jagil, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
“Produk lokal yang melimpah akan diolah menjadi berbagai macam olahan yang dapat berdaya saing dalam pasaran industri, ” kata Drs Hasan Dani kepada Kabarpas.com.
Menurutnya, hal tersebut sangat perlu dilakukan, dikarenakan selama ini memang banyak terdapat potensi produk-produk yang bagus namun berhenti di tempat, sehingga tidak bisa memiliki nilai tambah dan pengusaha tidak mendapatkan nilai tambah atau peningkatan dari hasil yang dikelolanya.
Melalui program kemitraan masyarakat, pihak Unesa dapat memberikan pelatihan pembukuan atau perbaikan kemasan yang dapat disinergikan melalui gabungan introduksi teknologi.
“Dengan adanya pelatihan perbaikan kemasan dan pembukuan, diharapkan pasca kegiatan program kemitraan masyarakat dapat menjadi UKM yang mandiri. Serta adanya peralatan atau teknologi yang lebih canggih dan memadai. Sehingga diharapkan dapat membantu menjadikan produk unggulan yang terproduksi oleh peralatan terstandart,” ungkapnya.
Selain itu, juga dapat memberikan jaminan keamanan konsumsi bagi masyarakat, dan dapat berdaya saing dalam pasaran atau market yang modern. (ajo/tin).

















