Pasuruan, Kabarpas.com – Tradisi praonan yang dirayakan pada momen hari raya ketujuh atau juga disebut dengan kupatan kembali digelar oleh warga Pasuruan. Event tahunan yang sudah menjadi salah satu kearifan lokal warga Pasuran ini, sudah berlangsung sejak lama dan bertahan hingga sekarang.
Seperti yang terlihat pada Sabtu (29/4/2023) pagi. Ribuan warga mulai pagi sampai siang memadati pelabuhan di kawasan pesisir Pasuruan untuk mengikuti praonan yang digelar setiap tahun di hari raya ketupat.
Dari pantauan tim kabarpas.com warga berdatangan dengan menaiki perahu besar ataupun kecil bersama para keluarga atau kerabatnya baik yang dari Kota maupun Kabupaten Pasuruan.
“Setiap lebaran ketupat saya bersama keluarga selalu mengikuti tradisi praonan,” ucap Maria Ulfa, warga Purworejo.
Ia mengaku ikut praonan lantaran ada keluarganya yang tinggal di pesisir Kota Pasuruan.
“Saudara saya tinggal di sini, di wilayah pesisir Pasuruan. Jadi setelah ke rumah saudara saya langsung bersama keluarga praonan (naik perahu) ke tengah laut,” ujar Maria.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pihak kepolisian setempat terus melakukan himbauan kepada para warga yang ikut praonan supaya tetap berhati-hati saat di tengah laut.
“Terkait kegiatan praonan ini kami sudah memberi himbauan kepada para penumpang untuk berhati-hati saat di tengah laut,” terang Kasatpolairud Polres Pasuruan Kota, AKP Winardi kepada Kabarpas.com. (emn/ian).

















