Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 16 Nov 2018

Miris, Sungai Wrati Kondisinya Memprihatinkan, Pemerintah Diam Seribu Bahasa


					Miris, Sungai Wrati Kondisinya Memprihatinkan, Pemerintah Diam Seribu Bahasa Perbesar

Reporter : Rosy Adim

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Sungai Wrati yang berada di tiga kecamatan, meliputi Kecamatan Gempol, Beji dan Bangil, saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Betapa tidak, sungai tersebut tertutup oleh eceng gondok dan berbau sangat busuk hingga mengeluarkan ulat yang sangat banyak dari sampah rumah tangga yang dibuang oleh warga.

Jumat (16/11/2018) siang, wartawan dari Kabarpas.com menelusuri sepanjang aliran sungai Wrati yang hampir tidak dapat dilihat airnya itu. Pasalnya, sungai yang mengalir dan membentang di tiga kecamatan itu, terlihat tertutup rumput yang lebat tanpa adanya penanganan khusus berupa dibersihkan.

Tak hanya eceng gondok dan tanaman lain yang mengotori sungai, namun adanya banyak sampah rumah tangga dan limbah industri juga turut membuat sungai menjadi bertambah kotor dan berbau sangat menyengat.

Kotornya sungai Wrati yang terparah sangat nampak terlihat pada Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut ditunjukkan dengan sangat banyaknya tanaman eceng gondok dan banyaknya sampah rumah tangga yang terlihat seperti bangkai, hingga mengeluarkan ulat yang sangat banyak.

Belum lagi ditambah dengan adanya limbah industri yang dibuang dari perusahaan tertentu, sehingga menambah kotornya sungai Wrati hingga air yang berada di dalam sungai dapat berganti-ganti warna.

“Kondisi sungai Wrati mulai dari Desa Cangkringmalang-Beji sampai Desa Tambakan-Bangil sangat miris. Seperti yang terlihat di Desa Kedungringin, seluruh badan sungai tertutup dengan tanaman liar (enceng gondok dan rumput) dan diperparah dengan air sungai yang menghitam legam serta berbau anyir,” terang Hendri Sulfianto, warga Kedungringin.

Adanya masalah sungai Wrati tak hanya dikeluhkan warga Desa Kedungringin, namun pemerintah Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, juga turut angkat bicara mengenai sungai yang kotor dan dangkal tersebut.

Pasalnya, sebelum datangnya musim hujan, warga dan Pemerintahan Desa Kedungboto was-was dengan adanya sungai Wrati yang dangkal dan banyak tanaman eceng gondok.

Hal tersebut dikatakan oleh Subandi, selaku Kepala Desa Kedungboto, dirinya sangat menyayangkan adanya hal tersebut. Dikarenakan jika datangnya musim hujan, di Desa Kedungboto sangat rawan terhadap terjadinya bencana banjir.

“Diharapkan untuk pemerintah Kabupaten Pasuruan cepat menanggapi aduan masyarakat dikarenakan musim hujan akan datang, sehingga ketinggian banjir dapat diminimalisir dengan pengerukan sungai atau pembersihan sungai yang membentang di Desa Kedungboto,” terang Subandi, Kepala Desa Kedungboto.

Dengan adanya nasib sungai Wrati yang miris tanpa sentuhan pemerintah Kabupaten Pasuruan, warga hanya bisa berharap agar ada penanganan yang cepat dari pihak terkait. (ros/tin).

Artikel ini telah dibaca 60 kali

Baca Lainnya

Ascent Run 2026 Meriah, Lebih dari 1.000 Peserta Ramaikan Peringatan Hari lahir Hotel Ascent Premiere Pasuruan

8 November 2026 - 23:34

Bawa Spirit Sosialisme Islam, PKB Pasuruan Gelar Diskusi Bedah Buku HOS Tjokroaminoto dan Ali Syariati

8 November 2026 - 22:58

Jembatan Masa Lalu dan Masa Depan, Rumah Tulus Hati Perkaya Warisan Heritage Kota Pasuruan

7 November 2026 - 10:14

Perkuat Ketahanan Keluarga, Pemkot Pasuruan Gencarkan Pencegahan Narkotika

6 November 2026 - 16:46

Menuju POPDA XV dan PEPARPEDA III, Mas Adi Titip Pesan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Kota Pasuruan

5 November 2026 - 19:10

Komitmen Mengawal Program Pangan, Polisi Amankan Kasus Pengemasan Ulang Beras SPHP

1 November 2026 - 20:54

Trending di Berita Pasuruan