Trenggalek, Kabarpas.com – Meskipun hanya butuh satu poin untuk mengunci tiket lolos ke babak 32 besar Piala Soeratin U-17 Jatim grup N, anak asuh Bimo Romadhani harus melewati jalan terjal. Pada laga terakhir, tim kebanggaan masyarakat Trenggalek akan berhadapan dengan tim kuat, PSBR Kota Blitar, 23 Agustus lusa.
PSBR sendiri sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar dengan mengoleksi 6 poin dari dua kali kemenangan melawan Perspa Pacitan dan Blitar Poetra. Pertandingan melawan Persiga tidak akan berpengaruh, hanya berebut siapa yang bakal menjadi juara grup N. Jika kalah maka PSBR akan menjadi runner up grup dan akan berhadapan dengan Persida Sidoarjo.
Persiga sendiri wajib meraih minimal satu poin di laga tersebut jika ingin lolos. Namun jika kalah, sementara Perspa berhasil mengalahkan Blitar Poetra, maka selisih gol akan jadi penentu siapa yang bakal mendampingi PSBR.
Secara matematis jika melihat hasil pertandingan sebelumnya, peluang Persiga bisa dibilang cukup berat untuk mengalahkan PSBR, sementara itu, Perspa memiliki peluang besar untuk mengalahkan Blitar Poetra, yang berstatus sebagai juru kunci.
PSBR sendiri merupakan tim paling produktif di grup N dengan surplus 4 gol tanpa kemasukan. Bahkan kualitas teknik individu pemain juga diakui oleh pelatih kepala Persiga, Bimo Romadhani.
Ada dua skenario agar Persiga lolos fase grup. Pertama, Perspa kalah atau draw melawan Blitar Poetra. Jika itu terjadi maka pertandingan melawan PSBR tidak akan berpengaruh apapun hasilnya.
Kedua, Persiga draw melawan PSBR, maka akan memperoleh poin 5 dan tak akan terkejar oleh Perspa. Apapun hasil pertandingan antara Perspa melawan Blitar Poetra tidak akan berpengaruh, karena Perspa maksimal hanya hanya 4 poin, dengan asumsi menang di laga terakhir. (gus/ian).

















