Reporter : Ajo
Editor : Diaz Octa
Pasuruan, Kabarpas.com – Kondisi memprihatinkan tentang peredaran narkoba di kalangan pelajar, membuat Pemerintah Kota Pasuruan turun tangan dengan menyelenggarakan kegiatan Pencegahan Penyalahgunaan, Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkoba, di Gedoeng Wolue, Jalan Soekarno Hatta, Kota Pasuruan.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut, dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kota Pasuruan, Kepala Kemenag, Ulama, serta Kepala OPD, Camat, dan ratusan Pengurus OSIS tingkat SMP-MTs se Kota Pasuruan.
Kegiatan tersebut dinarasumberi oleh Habib Taufik dari Ponpes As Suniyyah Kota Pasuruan, Wakil Walikota Pasuruan – Raharto Teno Prasetyo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pasuruan – Drs. H. Mas Djoko Baroto, M.Si, serta Bidang-bidang SATLAK P4GN Kota Pasuruan.
Materi yang diberikan tentang deteksi tanda tangan pengguna narkoba dan diskusi.
Adanya kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pelajar. Peredaran narkoba dikalangan pelajar sangat menghawatirkan. Menurut penelitian KPAI tahun 2017 yang dilaporkan pada Maret 2018, terdapat sekitar 5,9 juta anak yang memakai narkoba. Terhitung 6,7 % dari populasi anak yang berjumlah 87 juta. Tercatat pula kasus narkoba yang meningkat pesat di Kota Padang. Dari data 2014-2015 terdapat 58 kasus, kini meningkat menjadi 175 kasus.
Hal tersebut sungguh membuat cemas akan masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa.
Para narasumber menghimbau kepada para pelajar agar berfikir cerdas, bermartabat, dan bijaksana agar tidak mudah terpengaruh narkoba, apalagi ingin coba-coba. Karena narkoba hanya akan membawa pada kematian. (ajo/diz).

















