Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 11 Jun 2025

Satreskrim Polres Jember Dalami Motif Peristiwa Berdarah Tewaskan 2 Orang di Umbulsari


Satreskrim Polres Jember Dalami Motif Peristiwa Berdarah Tewaskan 2 Orang di Umbulsari Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Peristiwa berdarah yang melibatkan satu keluarga di Desa/Kecamatan Umbulsari pada, Selasa (10/6/2025) malam, masih menjadi misteri terutama soal motif yang mendorong pelaku Imam Nurhakiki nekat membacok beberapa orang keluarganya.

Satreskrim Polres Jember masih mencoba menggali keterangan dari pelaku yang saat ini menjalani perawatan di IGD rumah sakit setelah menerima timah panas dari polisi.

Kasat Reskrim AKP Angga Riatma mengatakan, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur lantaran melawan saat ditangkap.

Perlawanan pelaku tidak sekadar gertakan, dia menyerang polisi menggunakan clurit yang sesaat sebelumnya telah memakan korban dua orang meninggal dunia dan dua lainnya kritis.

Pelaku yang terluka tembak kini harus dirawat sehingga penggalian keterangan terutama soal motif masih belum terungkap.

“Kami masih mendalami motifnya, pelaku belum bisa diminta keterangan karena masih dirawat di IGD rumah sakit Soebandi,” kata Angga.

Sementara, di lingkungan masyarakat setempat mulai tersebar alasan pelaku melakukan pembacokan. Diduga pelaku emosi lantaran tidak diajak bekerja oleh majikannya (Armanu) di penjagalan sapi ketika banyak order penyembelihan hewan kurban.

Kendati demikian, Angga tidak mau berspekulasi. Dia menyatakan, tetap akan menelusuri langsung keterangan dari mulut pelaku.

Selain itu, kata Angga, polisi juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku yang rupanya tak segan membacok tiga keluarganya pada peristiwa tersebut.

Perlu diketahui, kronologi kejadian diawali ketika pelaku Imam Nurhakiki (27) mendatangi rumah majikannya, Armanu. Pelaku yang menenteng clurit langsung membacok Armanu dari belakang sehingga menyebabkan dia meninggal di tempat.

Kemudian, Imam Syafii (52) yang tak lain ayahnya sendiri juga ditebas setelah mencoba menghadangnya yang masih pegang clurit. Akibat luka tebasan yang sangat dalam membuat Imam harus kehilangan nyawa.

Paman pelaku, Sanimin(67), tak luput dari sasaran amukan. Kondisinya kini kritis setelah menerima sabetan clurit di kepala.

Korban terakhir adalah Farida, istri pelaku. Wanita berusia 23 tahun itu sempat terlibat cekcok dengan suaminya sampai pada akhirnya turut menjadi korban.

Farida yang tengah hamil 8 bulan kini kondisinya kritis dan menjalani perawatan darurat di rumah sakit. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya

Beli Kebun Apel Pakai Duit Pungli PTSL, Kades Wonosari dan Dua Pengurus Pokmas Dijebloskan ke Rutan

15 Juli 2026 - 06:59

Liga Remaja Trenggalek 2026 Digelar, Askab Siap Jaring Talenta Muda Berbakat

14 Juli 2026 - 13:18

MPM Honda Jatim Ajak Komunitas KFI Tunjukkan Kreativitas Lewat New Honda Vario Evo 160 Snap Evolution Photo Contest

14 Juli 2026 - 12:35

Lokakarya Mini Lintas Sektoral Sukses Digelar di Pasuruan

14 Juli 2026 - 05:56

Setelah Bertahun-tahun Kekurangan Air, Petani Jenggawah Kini Sambut Pembangunan Irigasi 

14 Juli 2026 - 05:34

Ketika Nakes Datang ke Rumah, Tiami Tak Lagi Harus Memikirkan Perjalanan yang Mustahil

14 Juli 2026 - 05:31

Trending di KABAR NUSANTARA