Jember, Kabarpas.com – Peristiwa berdarah yang melibatkan satu keluarga di Desa/Kecamatan Umbulsari pada, Selasa (10/6/2025) malam, masih menjadi misteri terutama soal motif yang mendorong pelaku Imam Nurhakiki nekat membacok beberapa orang keluarganya.
Satreskrim Polres Jember masih mencoba menggali keterangan dari pelaku yang saat ini menjalani perawatan di IGD rumah sakit setelah menerima timah panas dari polisi.
Kasat Reskrim AKP Angga Riatma mengatakan, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur lantaran melawan saat ditangkap.
Perlawanan pelaku tidak sekadar gertakan, dia menyerang polisi menggunakan clurit yang sesaat sebelumnya telah memakan korban dua orang meninggal dunia dan dua lainnya kritis.
Pelaku yang terluka tembak kini harus dirawat sehingga penggalian keterangan terutama soal motif masih belum terungkap.
“Kami masih mendalami motifnya, pelaku belum bisa diminta keterangan karena masih dirawat di IGD rumah sakit Soebandi,” kata Angga.
Sementara, di lingkungan masyarakat setempat mulai tersebar alasan pelaku melakukan pembacokan. Diduga pelaku emosi lantaran tidak diajak bekerja oleh majikannya (Armanu) di penjagalan sapi ketika banyak order penyembelihan hewan kurban.
Kendati demikian, Angga tidak mau berspekulasi. Dia menyatakan, tetap akan menelusuri langsung keterangan dari mulut pelaku.
Selain itu, kata Angga, polisi juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku yang rupanya tak segan membacok tiga keluarganya pada peristiwa tersebut.
Perlu diketahui, kronologi kejadian diawali ketika pelaku Imam Nurhakiki (27) mendatangi rumah majikannya, Armanu. Pelaku yang menenteng clurit langsung membacok Armanu dari belakang sehingga menyebabkan dia meninggal di tempat.
Kemudian, Imam Syafii (52) yang tak lain ayahnya sendiri juga ditebas setelah mencoba menghadangnya yang masih pegang clurit. Akibat luka tebasan yang sangat dalam membuat Imam harus kehilangan nyawa.
Paman pelaku, Sanimin(67), tak luput dari sasaran amukan. Kondisinya kini kritis setelah menerima sabetan clurit di kepala.
Korban terakhir adalah Farida, istri pelaku. Wanita berusia 23 tahun itu sempat terlibat cekcok dengan suaminya sampai pada akhirnya turut menjadi korban.
Farida yang tengah hamil 8 bulan kini kondisinya kritis dan menjalani perawatan darurat di rumah sakit. (dan/ian).

















