Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 4 Apr 2026

SDN Randusari Pasuruan Gelar Kirab 500 Ketupat 


SDN Randusari Pasuruan Gelar Kirab 500 Ketupat  Perbesar

Reporter: Emen Sugeng Hariyono

Editor: Ian Arieshandy

 

​Pasuruan, kabarpas.com – Nuansa budaya Jawa yang kental menyelimuti kawasan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan pada Sabtu  (04/04/2026) pagi. Ratusan siswa UPT SDN Randusari tumpah ruah ke jalan mengenakan busana adat Jawa kuno dalam rangka merayakan tradisi Gerebek Syawal bertajuk “Ngeluhurake Budaya Nyambung Tresna”.

​Puncak acara ditandai dengan kirab sebuah gunungan besar yang tersusun dari 500 ketupat. Gunungan tersebut ditandu oleh puluhan siswa menempuh jarak sekitar 500 meter, sembari diiringi antusiasme warga sekitar yang menyaksikan kekayaan budaya leluhur tersebut.

​Berbeda dengan ketupat pada umumnya yang berisi nasi, 500 ketupat dalam gunungan ini memiliki isi yang unik dan sarat makna. Kepala Sekolah UPT SDN Randusari, Yuli Winarti, M.Pd, menjelaskan bahwa isi ketupat tersebut merupakan simbol edukasi bagi para siswa.

​”Seluruh wali murid mengumpulkan selongsong ketupat kosong, kemudian sekolah mengisinya dengan peralatan tulis seperti penghapus, rautan pensil (lorotan), permen, hingga uang sedekah,” ujar Yuli.

​Ia menambahkan bahwa setiap benda di dalam ketupat memiliki filosofi mendalam.

​Sebelum diperebutkan, gunungan ketupat tersebut terlebih dahulu dibawa dalam prosesi doa yang dipimpin oleh sesepuh setempat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta upaya menyambung tali silaturahmi (nyambung tresna).

​Setelah simbolis penyerahan kepada tokoh yang dituakan selesai, suasana yang semula khidmat berubah menjadi riuh dan penuh keceriaan. Sebanyak 343 siswa dengan semangat saling berebut ketupat yang ada pada gunungan tersebut.

​”Harapannya, melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya sekadar bersenang-senang, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya leluhur mereka sejak dini. Ini adalah cara kami menanamkan karakter dan nilai religius melalui kearifan lokal,” terangnya Yuli Winarti.

​Acara ini membuktikan bahwa tradisi lokal tetap bisa eksis dan relevan di tengah dunia pendidikan modern.

Sementara itu, H. Nurul Jadid selaku Ketua Komite UPT SDN Randusari menyampaikan sangat mengapresiasi atas terselenggaranga kegiatan ini.

“Karena melalui kegiatan ini terdapat unsur edukasi bagi anak didik tentang makna budaya ketupat dan lepat. Itu dimaksudkan ^mengaku lepat^ serta ada unsur pendidikan moral dan ahlak di dalamnya. Dan harapannya pesan moral untuk menjadikan anak-anak berahlak dan berbudi luhur,” pungkasnya. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 264 kali

Baca Lainnya

Supervisi 209 Dapur MBG di Jember Rampung, Bupati Fawait Sebut Administrasi Mulai Tertib

21 Juni 2026 - 15:13

Pemkab Jember Ajukan Enam Raperda, Klaim Ekonomi 2025 Tumbuh di Atas Jatim dan Nasional

21 Juni 2026 - 15:11

Bupati Jember Nilai Aksi Dukungan MBG Jadi Bukti Demokrasi Berjalan: Perbedaan Aspirasi Harus Dihormati

21 Juni 2026 - 13:34

Piala Soeratin U-13 dan U-15 Trenggalek Batal Digelar di Stadion Menak Sopal, Simak Alasannya

21 Juni 2026 - 12:54

Antara Toga dan Dunia Kerja

21 Juni 2026 - 10:20

Ribuan Warga Padati Saksikan Road to Kilau Raya MNCTV, Semarakkan HUT ke-108 Kota Mojokerto

21 Juni 2026 - 08:05

Trending di Entertainment