Reporter : Ajo
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Ketua Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT), KH.Fahrurrozi angkat bicara soal Cawapres. Ia meminta agar PBNU netral dalam menentukan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang nantinya akan disandingkan dengan Joko Widodo (Jokowi).
“Saya berharap kepada PBNU supaya Netral, tidak terlalu ikut dalam Politik Praktis. Soal Cawapres itu hak penuh pak Jokowi, ” tegas pria yang akrab disapa Gus Fahrur, Senin (05/08/2018).
Gus Fahrur mengaku sangat prihatin bahwa beberapa waktu yang lalu di PBNU ada jumpa pers untuk menentukan pasangan Cawapres pendamping Jokowi.
“Saya sangat prihatin karena NU adalah organisasi yang mengajarkan hidup beragama antar budaya. Namun, kini sebaliknya NU malah diarahkan untuk mendukung dan mengangkat salah satu kader,” katanya.
Menurut Gus Fahrur, Jokowi berangkatnya dari orang nasionalis, maka pasangan terbaik untuk Jokowi adalah figur religius yang bisa diterima oleh semua golongan.
“Untuk pasangan Pak Jokowi, yang penting dia orang yang religius, Islami sudah itu aja, ” tandas Gus Fahrur.
Ia juga menambahkan, kader NU yang telah diajukan oleh para kiai untuk mendampingi Jokowi, menurut Gus Fahrur semuanya baik dan sama mempunyai kelebihan tersendiri.
“Namun alangkah baiknya jika para kiai berpolitik atas nama kebangsaan, tidak mengatas namakan NU. Dan saya harap kantor PBNU jangan dijadikan tempat untuk dukung-mendukung Cawapres,” tandasnya.
Untuk sekadar diketahui, sebagaimana diberitakan, PBNU telah menyodorkan empat nama bakal Cawapres untuk Jokowi. Yakni, Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Ketum MUI Ma’ruf Amin, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum PPP Romahurmuziy. (ajo/tin).

















