Reporter : Abdur Rozaq
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Setelah belasan tahun warga dusun Porangan, Tambak, Kecamatan Lekok tak punya saluran air bersih, tahun depan ada indikasi memiliki saluran air dari PDAM.
Setidaknya demikian yang dikatakan oleh Saad Abdillah, Plt Sekdes Desa Tambak kecamatan Lekok di balaibalai setempat pada Sabtu (15/9/18).
“Kami sudah menampung usulan dari warga terkait hal itu, dan tahun 2019 kami berencana mengajukan ke PDAM,” ujar pria subur itu kepada Kabarpas.com.
Ditanya mengenai biaya pemasangan saluran dari PDAM, Saad mengatakan akan di back up dengan dana desa.
“Kami anggarkan dari dana desa, mas. Tapi ini hanya biaya pemasangan saluran pipa lho ya. Adapun biaya instalasi di rumah warga akan ditanggung oleh masyarakat. Tapi dengan syarat harus ada masyarakat yang mengajukan pemasangan saluran. Minimal dua puluh lima rumah, lah,” terangnya.
Dari pantauan Kabarpas.com, warga dusun Porangan, Tambak kecamatan Lekok memang belum punya saluran air bersih, terutama air minum.
Untuk kebutuhan MCK, mereka mengandalkan air sungai Rejoso yang dipompa dengan diesel. Sayangnya, diesel tersebut sering mengalami kerusakan sehingga tak jarang warga kekurangan persediaan air untuk kebutuhan MCK.
Ditanya mengenai dana CSR dari beberapa perusahaan di sekitar desa ini, Saad menjelaskan hanya PLN yang memberikan.
“Hanya dari PLN. Itupun hanya berupa sembako dan modal usaha. Perusahaan lain tak bersedia. Alasannya karena bukan termasuk wilayah mereka. Padahal, wilayah Lekok juga terimbas limbah sehingga petani tambak mengalami penurunan hasil panen secara drastis,” pungkas. (zaq/tin).

















