Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 28 Jan 2022

Tekan Impor Migas Meroket, Moeldoko Minta BPMA Kerja Optimal


Tekan Impor Migas Meroket, Moeldoko Minta BPMA Kerja Optimal Perbesar

Jakarta, Kabarpas.com – Pemerintah Pusat berkomitmen untuk mendukung penguatan pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh, sebagai salah satu upaya untuk menekan nilai impor migas yang tinggi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko dalam audiensi bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (28/01/2022).

“Aceh punya sejarah panjang untuk kontribusi sumber migas, negara kita punya sumber yang besar. Tapi karena pengelolaan sumber migas lokal yang naik turun, akhirnya kita lihat impor migas kita malah naik,” kata Moeldoko.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Impor migas pada bulan Desember 2021 tercatat US$ 3,38 miliar, naik 11,66% dari bulan November. Bila dibandingkan dengan Desember 2020 yang sebesar US$ 1,48 miliar, nilai impor migas meroket 127,95%.

“Saya harap BPMA bisa bekerja secara optimal agar dapat berkontribusi menurunkan nilai impor migas kita yang tinggi,” lanjut Moeldoko.

Kepala Staf juga mengatakan bahwa KSP akan mendukung BPMA dalam melakukan sinkronisasi dan harmonisasi peraturan-peraturan terkait pengelolaan migas seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

BPMA sendiri dibentuk dibawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengemban amanat PP No 23/2015. BPMA saat ini sedang merumuskan konsep-konsep untuk meningkatkan kembali gairah investasi minyak dan gas bumi di Aceh.

Namun, sejumlah eksploitasi sumber daya alam minyak dan gas (migas) bumi secara ilegal juga masih ditemukan di Kawasan Pantai Timur Sumatera.

“Masih banyak sumur minyak di kawasan tersebut yang dieksploitasi secara ilegal. Kami sedang mengusahakan bagaimana caranya agar lapangan Migas di kawasan Pantai Timur Sumatera tersebut tetap bisa dikelola secara legal, aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kepala BPMA, Teuku Mohamad Faisal.

Pemerintah akan terus berupaya menyelesaikan persoalan pengeboran sumur minyak ilegal karena dampak negatifnya terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. (Don/Rit).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Liga Remaja Trenggalek 2026 Digelar, Askab Siap Jaring Talenta Muda Berbakat

14 Juli 2026 - 13:18

Setelah Bertahun-tahun Kekurangan Air, Petani Jenggawah Kini Sambut Pembangunan Irigasi 

14 Juli 2026 - 05:34

Ketika Nakes Datang ke Rumah, Tiami Tak Lagi Harus Memikirkan Perjalanan yang Mustahil

14 Juli 2026 - 05:31

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

14 Juli 2026 - 05:15

Duduk di Kursi Roda Sejak Bayi, Devi Rasakan Arti Kehadiran Layanan Kesehatan yang Datang ke Rumah

13 Juli 2026 - 16:59

Pebalap Muda Astra Honda Melesat Raih Double Podium IHTTC 2026 Sepang

13 Juli 2026 - 10:34

Trending di KABAR NUSANTARA