Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 25 Des 2021

Wapres Ma’ruf Amin Resmi Tutup Muktamar Ke-34 NU


Wapres Ma’ruf Amin Resmi Tutup Muktamar Ke-34 NU Perbesar

Laporan: Muhammad Nabil Hafidz, Reporter Kabarpas.com dari lokasi Muktamar NU di Lampung.

Bandarlampung, Kabarpas.com – Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama sebagai forum permusyawaratan tertinggi telah usai digelar pada Jumat, 24 Desember 2021. Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin secara resmi menutup perhelatan akbar tersebut.

Muktamar NU kali ini berlangsung selama tiga hari, 22-24 Desember 2021, di empat lokasi berbeda di Provinsi Lampung, yakni Pondok Pesantren Darussa’adah, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Universitas Lampung, dan Universitas Malahayati.

Muktamar Ke-35 NU membahas hal-hal strategis terkait persoalan kebangsaan dan keumatan, menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah dan masyarakat secara umum, serta menetapkan pemimpin baru untuk masa khidmah berikutnya.

Wapres Ma’ruf Amin mengapresiasi NU yang sukses menjalankan muktamar dengan damai dan penuh kesejukan. Ia yakin, organisasi ini bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa ini di berbagai bidang.

Ia juga mengingatkan bahwa Khittah Nahdliyah (garis perjuangan NU) adalah Khittah Nabawiyah (garis perjuangan para nabi), dan Khittah Nabawiyah adalah Khittah Ishlahiyah (garis perjuangan perbaikan),” ujarnya dalam acara penutupan Muktamar ke-34 NU di UIN Raden Intan, Bandarlampung.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Yahya Cholil Staquf menyebutkan, dua agenda besar NU dalam menyongsong abad kedua. Hal ini sebagaimana tema muktamar yakni Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia.

“Sebetulnya yang dimaksud adalah bahwa di dalam menyongsong abad kedua NU, kita menginginkan untuk memancangkan dua agenda besar. Pertama, membangun kemandirian warga. Kedua, meningkatkan peran dalam pergulatan NU untuk mendukung perdamaian dunia,” ujar Gus Yahya.

Sedikitnya ada enam komisi yang dibentuk dalam muktamar NU, yakni komisi qanuniyah yang membahas persoalan perundang-undangan, komisi maudhu’iyah yang fokus pada isu-isu tematik, komisi waqi’iyah yang fokus pada status hukum fiqih kasus-kasus aktual, komisi organisasi, komisi program, dan komisi rekomendasi.

Kemeriahan muktamar NU juga terlihat pada gelaran-gelaran yang mengiringin perhelatan ini, seperti adanya pasar rakyat atau bazar, seminar-seminar, dan acara bedah buku di sejumlah titik. Muktamar juga menjadi momen berharga yang dimanfaatkan beberapa komunitas NU untuk menggelar reuni dan pertemuan. (bil/ida).

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Jember Masuk Lima Besar Ungkap Kasus Narkoba di Jatim, 31 Tersangka Ditangkap

12 Juni 2026 - 20:14

Dendam Masa SD Berujung Maut, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Gumukmas dalam 90 Menit

12 Juni 2026 - 20:09

Gus Fawait Raih Gelar Doktor, Soroti Peran Anggaran Pemerintah untuk Tekan Kemiskinan di Jatim

12 Juni 2026 - 19:33

Muktamar Kebudayaan, Lesbumi NU Tengok Akar Tradisi sebagai Panglima

12 Juni 2026 - 14:14

Jember Lampaui Jawa Timur dan Nasional dalam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026

11 Juni 2026 - 15:05

MPM Honda Jatim Salurkan Perlengkapan Sekolah dan Edukasi Safety Riding bagi Siswa SDN Pagowan 1 Lumajang

11 Juni 2026 - 10:33

Trending di KABAR NUSANTARA