Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 27 Jul 2026

Warga Padati Festival Budaya “Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026”


					Warga Padati Festival Budaya “Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026” Perbesar

​Pasuruan, Kabarpas.com – Semangat melestarikan seni dan budaya tradisional terus digaungkan oleh kalangan pemuda di Kota Pasuruan. Aliansi Pemuda Poros Tengah sukses menggelar Festival Budaya bertajuk “Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026” yang berlangsung meriah di Lapangan Bong Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

​Mengusung tema “Nglestareake Warisan Leluhur Mbangun Generasi Mudho Sing Berbudayo, Bermartabat, Berkarakter Lan Bebas Narkoba”, festival ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi seni budaya, tetapi juga wadah kampanye positif pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan warga tampak memadati area kegiatan sejak sore hingga malam hari untuk menyaksikan beraneka ragam atraksi seni tradisional.

​Suasana semakin semarak dan memukau penonton berkat penampilan kesenian Bantengan dari Padepokan Lembu Baskoro serta pertunjukan seni bela diri pencak silat dari Pagar Nusa.

​Kemeriahan acara ini semakin istimewa dengan hadirnya jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tampak hadir langsung Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota Pasuruan Nawawi.

​Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), serta tamu undangan penting lainnya yang turut memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya festival kebudayaan ini.

​Sementara itu, perwakilan panitia penyelenggara dari Aliansi Poros Tengah, Saiful, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang konsisten mereka laksanakan.

​“Ini adalah acara rutinan kami dari Aliansi Poros Tengah. Jadi, ‘Nguri-uri Budoyo’ ini adalah nguripi (menghidupkan) budaya di Pasuruan,” ujar Saiful saat ditemui di lokasi acara.

​Ia menambahkan, Kampung Mancilan memiliki potensi kekayaan tradisi yang sangat beragam, mulai dari pencak silat, kesenian banteng mberot, hingga jaranan. Melalui festival ini, pihaknya ingin memberikan hiburan gratis bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.

​“Di Kampung Mancilan ini banyak berbagai tradisi seperti pencak silat, ada banteng mberot, dan jaranan. Jadi setiap tahun kita menghibur masyarakat sambil melestarikan budaya Pasuruan,” tambahnya.

​Saiful berharap, melalui pengenalan sejak dini, anak-anak generasi penerus bangsa dapat mengenal dan mencintai akar budaya leluhur mereka agar tidak lekang oleh zaman.

​“Biar tidak musnah, kita sebagai regenerasi mengenalkan budaya yang kita miliki kepada anak-anak. Kami berharap anak-anak mengetahui budaya kita sendiri yang diwariskan dari nenek moyang kepada anak cucu kita,” pungkasnya. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Menuju POPDA XV dan PEPARPEDA III, Mas Adi Titip Pesan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Kota Pasuruan

5 November 2026 - 19:10

Kejuaraan Atletik Piala Bupati Jember Rampung, PASI Minta Kesiapan Medis Jadi Perhatian

5 November 2026 - 18:55

PWNU-Polda Jatim Siapkan Kerjasama Program “Jogo Pondok

5 November 2026 - 15:39

Empat SD Terbaik Siap Berebut Gelar Bintang Juara di Grand Final Liga Bintang Juara GTV

5 November 2026 - 15:34

LAZISNU se-Jatim Kirim Satu Kontainer Bantuan untuk Penyintas Gempa Flores NTT

4 November 2026 - 18:48

Baznas Kabupaten Probolinggo dan Baznas Jatim Kolaborasi Perbaiki Dua Rutilahu

4 November 2026 - 18:42

Trending di Kabar Probolinggo