Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 21 Des 2025

Pengurus MUI Kota Pasuruan Masa Khidmat 2025–2030 Resmi Dilantik


Pengurus MUI Kota Pasuruan Masa Khidmat 2025–2030 Resmi Dilantik Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Dinamika sosial di era digital menjadi tantangan besar bagi para ulama di Kota Pasuruan. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi), saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan masa khidmat 2025–2030 di Gedung Gradika, Sabtu (20/12/2025).

​Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh perwakilan DP MUI Provinsi Jawa Timur, KH. Ahsanul Haq. Dalam struktur kepengurusan baru ini, Dr. KH. Abdulloh Sodiq resmi menjabat sebagai Ketua Umum, sementara Wali Kota Adi Wibowo ditetapkan secara ex officio sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Pasuruan.

​Dalam sambutannya, Mas Adi menekankan bahwa tantangan keumatan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Transformasi teknologi telah mengubah wajah kemaksiatan menjadi lebih terselubung dan sulit dideteksi.

​”Kalau dulu judi terlihat dari kumpul-kumpul main dadu, sekarang sudah ada judi online. Begitu juga prostitusi yang kini bergeser melalui aplikasi. Ini tantangan luar biasa di era digital,” ujar Mas Adi.

​Ia berharap MUI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan tuntunan yang adaptif bagi masyarakat agar tidak terjerumus dalam dampak negatif digitalisasi.

​Selama ini, Pemkot Pasuruan konsisten menjadikan MUI sebagai rujukan dalam merumuskan kebijakan sosial-keagamaan. Mas Adi mencontohkan, pandangan MUI sangat dibutuhkan bahkan dalam hal teknis seperti penataan pedagang kaki lima (PKL).

​”Setiap kebijakan yang bersentuhan dengan masyarakat, kami selalu meminta pertimbangan MUI. Termasuk soal trotoar, di mana MUI memberikan pandangan bahwa itu adalah hak pejalan kaki,” jelasnya.

​Selain masalah moral, Mas Adi juga menitipkan pesan terkait kebersihan lingkungan. Menurutnya, meski Kota Pasuruan dikenal sebagai Kota Santri, kesadaran menjaga kebersihan masih perlu ditingkatkan. Ia berharap ulama dapat terus menggaungkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman bukan sekadar slogan, melainkan perilaku nyata.

​Menutup arahannya, Mas Adi menegaskan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya fokus pada fisik.

​”Pemerintah fokus membangun infrastruktur fisik, kami berharap para kiai, habaib, dan jajaran MUI membangun infrastruktur sosialnya. Pembangunan akan optimal jika fisik seiring dengan pembangunan karakter dan prinsip hidup masyarakat,” pungkasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum MUI Kota Pasuruan, Dr. KH. Abdulloh Sodiq, mengajak seluruh pengurus untuk meluruskan niat. Ia berharap masa khidmat lima tahun ke depan dapat dijadikan sebagai ladang ibadah dan pengabdian yang tulus bagi umat. (dit/ian).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Bupati Jember Bantah Programnya Sekadar Populis, Akui Kekompakan ASN Masih Jadi Tantangan

7 Agustus 2026 - 20:26

DBHCHT Kota Pasuruan Hadirkan Perlindungan Nyata, Ahli Waris Pekerja Rentan Terima Santunan Rp70 Juta

7 Agustus 2026 - 16:19

Polres Jombang Perkuat Kolaborasi, Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

7 Agustus 2026 - 13:28

Sengketa Tanah Bobi Warga Silo Jember vs Bunda Bali Berlanjut di Jalur Pidana dan Perdata 

7 Agustus 2026 - 13:26

INDOMOBIL Expo Semarang 2026 Hadirkan Beragam Kendaraan Listrik Terbaru dan Promo Spesial

7 Agustus 2026 - 09:13

Trending di KABAR NUSANTARA