Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 11 Apr 2026

Transparansi Era Digital, Fawait Jawab Kritik Warga Secara Real-Time


Transparansi Era Digital, Fawait Jawab Kritik Warga Secara Real-Time Perbesar

Sabtu, 11 April 2026 – 12.03 | 1008 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait memilih jalur yang tidak lazim untuk menjawab kritik publik dengan, siaran langsung. Lewat kanal livestreaming bertajuk “Gus Bupati Menjawab” pada Jumat (10/4/2026), ia membuka ruang dialog yang biasanya tertutup rapat dalam forum birokrasi.

Di hadapan ribuan penonton, Fawait tidak sendirian. Sejumlah nama dari berbagai latar belakang ikut duduk dalam satu forum. Mulai dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Kepala Bapenda Achmad Imam Fauzi, Kepala BPS Peni Dwi Wahyu Winarsi, hingga akademisi dan jurnalis. Format ini membuat diskusi tidak berhenti pada narasi pemerintah, melainkan langsung berhadapan dengan perspektif kritis.

“Publik berhak tahu apa yang sedang kita kerjakan dan mengapa kebijakan itu diambil,” kata Fawait dalam pembukaan.

Salah satu isu yang mengemuka adalah program Mlijo Cinta. Program ini sebelumnya dipromosikan sebagai penguatan ekonomi sektor mikro melalui pedagang sayur keliling. Namun, di ruang digital, pertanyaan yang muncul lebih tajam apakah program itu benar-benar menyentuh kebutuhan warga atau sekadar simbolik?

Fawait mencoba menjawab dengan menggeser cara pandang program tersebut. Menurutnya, Mlijo Cinta tidak berhenti pada bantuan modal, tetapi dirancang sebagai ekosistem yang menghubungkan produsen lokal dengan pasar secara langsung. Klaim ini sekaligus menjadi bantahan atas anggapan bahwa program tersebut bersifat seremonial.

Sorotan berikutnya mengarah ke Bunga Desaku, program yang menempatkan bupati berkantor di desa dan kelurahan. Kritik datang dari sisi efisiensi, di tengah dorongan digitalisasi birokrasi, kehadiran fisik kepala daerah justru dianggap berpotensi membebani anggaran.

Fawait menolak anggapan itu. Ia berargumen bahwa pendekatan langsung justru mempercepat penyelesaian masalah yang kerap tersendat di level administrasi.

“Banyak persoalan di desa tidak bisa dipahami dari balik meja. Dengan hadir langsung, keputusan bisa diambil dalam hitungan jam,” ungkapnya.

Di luar dua program tersebut, diskusi melebar ke isu yang lebih struktural, seperti kemiskinan dan pemanfaatan infrastruktur, termasuk bandara. Dalam bagian ini, Fawait menekankan pentingnya sinkronisasi antara program sosial dan pembangunan fisik, dua hal yang kerap berjalan sendiri-sendiri dalam praktik kebijakan daerah.

Format livestreaming ini juga memperlihatkan cara baru seorang kepala daerah merespons kritik. Alih-alih defensif, Fawait beberapa kali mengakui adanya kendala di lapangan, meski diikuti dengan penjelasan soal langkah yang sedang disiapkan.

Pendekatan semacam ini menandai pergeseran gaya komunikasi pemerintah daerah, dari satu arah menjadi interaktif, dari tertutup menjadi terbuka. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada satu hal, apakah jawaban di ruang digital benar-benar diikuti perubahan di lapangan.

Bagi warga, kanal ini membuka akses baru untuk menyampaikan kritik secara langsung. Sementara bagi pemerintah, ini menjadi ujian konsistensi sejauh mana transparansi tidak berhenti sebagai format, tetapi berlanjut menjadi kebijakan yang bisa diukur dampaknya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya

Warga Kraton Keluhkan Sungai Bau Diduga Tercemar Limbah Perusahaan

23 September 2026 - 07:28

Pedagang Pasar Tanjung Jember Terbelah, Gus Fawait Satukan Mereka di Pendopo

22 September 2026 - 16:34

Caping Gunung Road to Prigen Coffee Fest 2026: Momentum Penguat Ekosistem Kopi Pasuruan Menuju Ajang Utama

22 September 2026 - 08:58

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

22 September 2026 - 08:49

Guru MI di Jember Diduga Nikahi Wali Murid Secara Siri, Prosesi Pernikahan Dipersoalkan

22 September 2026 - 08:45

Pesan Perempuan via Aplikasi, Mahasiswa Jember Malah Bertemu Pria di Hotel

21 September 2026 - 15:41

Trending di KABAR NUSANTARA