Jember, Kabarpas.com – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Afdeling Trate, Kebun Kalisanen Kotta Blater, Desa Curah Nongko, Kecamatan Tempurejo saat penyalaan perdana sambungan listrik PLN resmi dilakukan, Selasa (7/4/2026). Setelah sekian lama bergantung pada keterbatasan akses listrik, warga dan karyawan perkebunan kini mulai menikmati aliran listrik secara permanen.
Kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan warga lanjut usia, dilanjutkan sambutan dari sejumlah pihak terkait serta tasyakuran atas terealisasinya sambungan listrik baru di wilayah perkebunan tersebut.
Momen paling dinanti terjadi saat Camat Tempurejo secara simbolis menyalakan instalasi listrik perdana yang kemudian disambut antusias warga. Sorak bahagia dan tepuk tangan pecah ketika lampu-lampu di kawasan Afdeling Trate mulai menyala.
Manajer Kebun Kalisanen Kotta Blater, Tatang Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan penyambungan instalasi listrik tersebut. Menurutnya, realisasi program berjalan relatif cepat berkat dukungan lintas sektor.
“Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, manajemen regional PTPN I Regional 5, Muspika Tempurejo, pemerintah Desa Curah Nongko, PLN ULP Ambulu, tim teknis PT Fajero, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan mengawal pelaksanaan penyambungan instalasi baru PLN ini hingga berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total terdapat 101 titik sambungan listrik baru yang berhasil dipasang di kawasan tersebut. Rinciannya terdiri dari empat titik fasilitas umum dan 97 sambungan untuk rumah warga maupun emplasemen karyawan perkebunan.
Menurut Tatang, keberadaan listrik permanen diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung produktivitas kerja warga dan karyawan perkebunan.
“Dengan terpasangnya instalasi PLN ini, kami berharap warga dan karyawan bisa lebih aktif dan produktif, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menilai penyediaan akses listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga bagian dari upaya membuka akses kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah perkebunan.
“Ini merupakan keberkahan bagi semua pihak dan semoga memberi manfaat yang luas untuk masyarakat,” ujarnya.
Masuknya jaringan listrik PLN ke Afdeling Trate menjadi salah satu langkah penting dalam pemerataan akses energi di wilayah pedesaan dan kawasan perkebunan. Selain menunjang aktivitas rumah tangga, keberadaan listrik juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Selain Muspika Tempurejo, peresmian penyalaan listrik juga dihadiri Kepala Desa Curah Nongko, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambulu, Direktur PT Fajero, jajaran pimpinan Kebun Kalisanen Kotta Blater, dan tokoh agama. (dan/ian).

















