Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait menaruh harapan besar kepada para finalis dan pemenang Pemilihan Gus & Ning Jember 2026. Menurutnya, para pemuda yang berhasil menembus lima besar merupakan aset daerah dengan potensi besar untuk ikut membawa perubahan bagi Jember.
Dalam malam Grand Final Pemilihan Gus & Ning Jember 2026 di Alun-Alun Jember, Sabtu (13/6/2026), Gus Fawait menyampaikan bahwa keberhasilan para peserta tidak hanya diukur dari sisi akademik. Kemampuan di bidang seni, budaya, kreativitas, serta kepedulian terhadap daerah menjadi nilai penting yang harus terus dikembangkan.
“Prestasi mereka tidak hanya soal akademis, tetapi juga bagaimana mereka memiliki kemampuan menjaga budaya dan menunjukkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Di hadapan para finalis, Gus Fawait juga menyampaikan sejumlah perkembangan Kabupaten Jember dalam beberapa sektor. Salah satunya bidang kesehatan, di mana pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.
Sementara dari sisi konektivitas, Jember mulai menunjukkan perkembangan dengan beroperasinya penerbangan langsung dari Bandara Jember menuju Jakarta. Meski fasilitas bandara masih terus dikembangkan, keberadaan jalur udara tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membuka akses daerah.
Dari sektor ekonomi, Gus Fawait menyebut Jember mencatatkan capaian positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah disebut menjadi yang terbaik di kawasan Sekarkijang, disertai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Performa ekonomi Jember menjadi yang terbaik di wilayah Sekarkijang, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan peningkatan PAD,” katanya.
Gus Fawait optimistis Jember memiliki peluang besar menjadi pusat kekuatan ekonomi baru di ujung timur Pulau Jawa. Ia menyebut visi menjadikan Jember sebagai “Singa Ekonomi” membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk peran generasi muda yang tergabung dalam Gus & Ning Jember.
Selain berbicara tentang pembangunan daerah, Gus Fawait juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan generasi muda agar aktif menyampaikan gagasan. Pemerintah, kata dia, terbuka terhadap kritik, aspirasi, maupun penyampaian pendapat melalui mekanisme yang demokratis.
Menurutnya, kritik melalui demonstrasi maupun audiensi merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tetap mengedepankan etika dan nilai budaya masyarakat Jember.
“Silakan memberikan kritik, menyampaikan aspirasi, melakukan demonstrasi, maupun audiensi. Tetapi jangan sampai berubah menjadi caci maki, penghinaan, atau tindakan yang merendahkan martabat,” tegasnya.
Melalui ajang Gus & Ning Jember 2026, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga menjadi mitra dalam membangun wajah baru Kabupaten Jember. (len/ian).

















