Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 23 Jun 2026

Dari Bank Sampah ke Green Jobs: Riset ESG PT Pegadaian Ungkap Masa Depan Ekonomi Hijau Indonesia


Dari Bank Sampah ke Green Jobs: Riset ESG PT Pegadaian Ungkap Masa Depan Ekonomi Hijau Indonesia Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Riset terbaru mengenai Program ESG PT Pegadaian menunjukkan bahwa bank sampah dapat berkembang menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi hijau Indonesia. Program Memilah Sampah-Menabung Emas dinilai tidak hanya mendorong pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang baru dalam penciptaan green jobs berbasis komunitas.

Penelitian ini dilakukan oleh Eka Pebriansyah, Direktur Operasional PT Pegadaian, Dr. Eric Harianto, Associate Professor Universitas Ciputra, Jocelyn Belle Setiawan, dan Yanti Octaviani. Penelitian ini berada dalam ruang kolaborasi akademik Magister Management Universitas Ciputra, bidang ESM atau Entrepreneurial Sustainability Management.

Program Memilah Sampah-Menabung Emas menjadi menarik karena menggabungkan edukasi lingkungan dengan insentif finansial. Masyarakat tidak hanya diajak memilah sampah, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengubah sampah menjadi nilai tabungan emas. Pendekatan ini membuat gerakan lingkungan memiliki manfaat ekonomi yang langsung terasa.

Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 2.173 responden. Responden berasal dari peserta aktif bank sampah binaan Pegadaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program ini berpengaruh terhadap peningkatan inklusi keuangan, kemandirian finansial, dan perilaku berkelanjutan.

Kebaruan penelitian ini terlihat dari cara riset memosisikan bank sampah sebagai bagian dari ekosistem ekonomi hijau. Bank sampah tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat pengumpulan sampah. Bank sampah dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi sirkular, edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan akses keuangan.

Dalam perspektif green jobs, program ini menghasilkan peluang kerja dan peran ekonomi baru. Masyarakat dapat terlibat sebagai pengelola sampah, fasilitator komunitas, pencatat nilai transaksi, penghubung layanan keuangan, hingga pelaku usaha berbasis daur ulang. Peran-peran ini menunjukkan bahwa green jobs dapat tumbuh dari komunitas lokal.

Eka Pebriansyah menilai bahwa kekuatan program ini terletak pada kemampuannya menghubungkan kepedulian lingkungan dengan manfaat finansial. Saat masyarakat melihat sampah sebagai aset ekonomi, partisipasi mereka menjadi lebih kuat. Hal ini membuat program ESG memiliki dampak yang lebih nyata.

Dr. Eric Harianto menambahkan bahwa riset ini memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan model keberlanjutan. Melalui kajian Entrepreneurial Sustainability Management, riset ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan bersama pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Riset ini memberikan pesan penting bahwa masa depan ekonomi hijau Indonesia tidak hanya bergantung pada industri besar. Ekonomi hijau juga dapat dimulai dari bank sampah, komunitas lokal, dan program yang mampu mengubah perilaku masyarakat secara bertahap. (***).

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

MAKI Jatim Dukung Utang Jember Rp786 Miliar: Utang Bukan Aib, Asal untuk Pembangunan

9 Agustus 2026 - 19:21

Dari Tambakberas untuk Indonesia: Saat Muktamar NU 2026 Menghidupkan Kembali Spirit Mbah Wahab Chasbullah

9 Agustus 2026 - 11:23

MPM Honda Jatim Borong 8 Gelar di Safety Riding Honda

9 Agustus 2026 - 10:05

MPM Honda Jatim Bersama YBSI Berikan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis bagi 100 Veteran LVRI

9 Agustus 2026 - 10:02

Kurikulum CINTA Ning Ghyta: Cara Orang Tua Belajar Mencintai Anak

9 Agustus 2026 - 09:59

IJMC 2026, Ketika Jember Ingin Dikenal Bukan Hanya lewat Fashion Carnival

9 Agustus 2026 - 09:50

Trending di KABAR NUSANTARA