Pasuruan, Kabarpas.com – Praktik parkir liar truk di kawasan Bundaran Apollo, Gempol, akhirnya ditindak. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan memasang 10 barrier beton di tepi jalan untuk menutup ruang parkir yang selama ini kerap digunakan kendaraan besar.
Langkah tersebut diambil setelah parkir liar dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan di salah satu titik tersibuk di Kabupaten Pasuruan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Pasuruan Eritrina Pribadi Asih mengatakan pemasangan barrier dilakukan karena kondisi di lapangan sudah tidak bisa ditunda.
“Karena ini mendesak dan banyak dampak kurang baik yang dirasakan masyarakat, maka kami pasang barrier beton,” ujarnya.
Menurut Eritrina, truk yang berhenti di badan jalan selama ini mempersempit ruang lalu lintas. Kondisi itu juga mengurangi jarak pandang pengendara, terutama saat melintas di kawasan bundaran yang memiliki volume kendaraan tinggi.
Padahal, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jawa-Bali. Meski begitu, Dishub Kabupaten Pasuruan telah berkoordinasi sebelum memasang barrier.
“Kami sudah berkoordinasi langsung. Namun karena prosesnya masih membutuhkan waktu, sementara kondisi di lapangan sangat mendesak, atas petunjuk pimpinan akhirnya Pemerintah Daerah mengambil langkah memasang barrier dengan jumlah yang terbatas,” katanya.
Barrier beton dipasang sebagai solusi sementara hingga penanganan permanen dari pemerintah pusat dapat direalisasikan. Pemkab berharap keberadaan pembatas tersebut mampu menghentikan kebiasaan pengemudi memanfaatkan badan jalan sebagai lokasi parkir.
Dishub juga mengingatkan para sopir angkutan barang agar menggunakan lokasi parkir yang telah disediakan dan tidak lagi memarkir kendaraan di badan jalan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk tidak memarkir kendaraan di badan jalan dan memanfaatkan lokasi parkir yang telah disediakan demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” pungkas Eritrina. (dis/ian).

















