Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 20 Nov 2018

Pemkab Sidoarjo Bangun Overpass di Jalan Lingkar Barat 


Pemkab Sidoarjo Bangun Overpass di Jalan Lingkar Barat  Perbesar

Reporter : Ajo

Editor : Titin Sukmawati

 

Sidoarjo, Kaharpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus berupaya menyelesaikan proyek Jalan Lingkar Barat (JLB). Salah satunya yaitu dengan segera membangun Overpass agar jalan itu tersambung, karena melewati rel Kereta Api (KA) dan lahan milik pengembang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo, Ir H Sigit Setyawan menjelaskan, proyek JLB merupakan salah satu program prioritas yang masuk dalam Rancangan Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo.

“Kami akan tuntaskan jalan ini karena salah satu program prioritas RPJMD,” cetusnya, Selasa (20/11/2018).

Kata Sigit, saat ini, pihaknya masih menunggu survey dari Kementerian Perhubungan, terkait rencana membangun Overpass untuk JLB.

“Secara prinsip Overpass sudah disetujui kementerian, tinggal dicek ke lapangan,” beber mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo ini.

Overpass ini rencananya akan dibangun oleh pengembang yang lahannya dilewati oleh JLB. Overpaas ini untuk menyambungkan JLB yang “terputus” oleh lahan pengembang, antara titik di Desa Sumokali dan Desa Sugihwaras Kecamatan Candi.

Dijelaskan Sigit, jika Overpass selesai dibangun, maka JLB titik Sumokali-Sugihwaras bakal terhubung. Saat ini, lahan yang bakal disambungkan dengan Overpass ini sudah dilakukan pengurukan, tepatnya di sisi utara Sumokali dan sisi selatan Sugihwaras.

Sehingga, kata Sigit, jika Overpass selesai, maka segera dilakukan pengaspalan. Targetnya, Overpass dibangun sesegera mungkin, yakni tahun 2019.

“Kalau Overpass sudah jadi, baru kita melakukan pengaspalan,” jlentreh alumni ITS Surabaya ini.

Untuk JLB titik Sumokali hingga Sugihwaras, panjangnya sekitar 1,1 Kilometer. Total panjang JLB sekitar 8 Kilometer. Untuk sisi selatan, JLB akan tembus hingga bundaran Ketapang, Tanggulangin.

Sedangkan sisi utara, tembus hingga kawasan jaln dekat Musuem Mpu Tantular, Buduran. JLB ini melewati kawasan Perum Taman Pinang, bundaran GOR, hingga Jalan Pagerwojo.

Proyek JLB dimulai dengan pembebasan lahan sejak tahun 2014. Pekerjaan JLB berlanjut hingga pengurukan badan jalan pada tahun 2017. Untuk pembebasan lahan, pemkab telah mengucurkan dana sekitar Rp 30 Miliar dan untuk pengurukan badan jalan, menyerap dana sekitar Rp 12 Miliar.

Masih kata Sigit, jika JLB rampung, maka diharapkan bisa mengurangi kemacetan kawasan kota Sidoarjo. Kendaraan dari Porong yang hendak menuju Surabaya, tidak perlu masuk kota dengan melewati JL KH Mukmin hingga Jl Diponegoro. Kendaraan ini bisa melewati JLB dari arah Bundaran Ketapang dan keluar di kawasan Museum Mpu Tantular.

Selain itu, JLB juga nantinya juga bisa menggeliatkan kawasan sekitarnya, termasuk meningkatkan ekonomi-sosial masyarakat yang dilalui JLB.

“Pembangunan infrastuktur jalan tentu saja berdampak pada munculnya kawasan ekonomi dan perdagangan serta sosial di sekitarnya,” pungkas Sigit Setyawan. (ajo/tin).

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Rp2,57 Triliun Investasi Masuk ke Jember: Tumbuh 70,2 Persen dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

23 Juli 2026 - 14:59

Bantah Laporan APERSI, REI Jember Tegaskan Pemkab Sudah Bebaskan BPHTB dan PBG bagi MBR 

23 Juli 2026 - 06:12

PBNU – Kemenkes Sepakat Perkuat Kerjasama Sukseskan Program Pemerintah Bidang Kesehatan Masyarakat

22 Juli 2026 - 16:14

Ketua DPRD Jember Jadi Pengisi Bunga Desaku, Warga Mayang Sampaikan Beragam Aspirasi

22 Juli 2026 - 15:11

Jember Siapkan Homecare, Warga Bisa Daftar Lewat Wadul Gus’e dan Hotline Puskesmas

22 Juli 2026 - 14:24

Inkubator Agribisnis UKRI Hadir di Jember, Dorong Hilirisasi Jagung dan Lahirkan Agropreneur Muda

22 Juli 2026 - 14:21

Trending di KABAR NUSANTARA