Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 26 Nov 2018

Wujudkan Kesehatan Masyarakat, Pemkab Probolinggo Gelar Pertemuan dengan Kepala Puskesmas dan Pokja


Wujudkan Kesehatan Masyarakat, Pemkab Probolinggo Gelar Pertemuan dengan Kepala Puskesmas dan Pokja Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan dengan Kepala Puskesmas dan Kelompok Kerja (Pokja), di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (26/11/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 264 orang peserta terdiri dari Kepala Puskesmas dan Pokja UKM di 33 Puskesmas serta 21 orang lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari semua bidang di Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Materi yang diberikan meliputi dukungan kegiatan BOK tahun 2019, Bidang Kesehatan Masyarakat (KB, Lin faskes, ASI Eksklusif, pemantauan tumbang, stunting, air bersih dan jamban), Bidang P2P (TB, kesehatan jiwa, hipertensi, merokok dan imunisasi), Bidang Yankes (JKN) dan Bidang SDK (Tenaga Nusantara Sehat).

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan agar tersusun perencanaan BOK Puskesmas tahun 2019 di Kabupaten Probolinggo. Selain itu Kepala Puskesmas dan Pokja UKM Puskesmas memahami program prioritas UKM 2019, penggunaan dana BOK tahun 2019 dan melakukan finalisasi perencanaan BOS Puskesmas tahun 2019.

“Dengan adanya pertemuan Pokja Upaya Kesehatan Masyarakat dalam rangka finalisasi perencanaan BOK Puskesmas tahun 2019, diharapkan pelaksanaan kegiatan di puskesmas berjalan lebih maksimal,” harapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah salah satu program unggulan Kementerian Kesehatan dan merupakan upaya pemerintah untuk membantu daerah dalam mencapai target nasional bidang kesehatan yang menjadi kewenangan wajib daerah.

“Akan tetapi tidak semua Kabupaten/Kota mempunyai kecukupan anggaran atau kepedulian untuk membiayai pembangunan kesehatan, khususnya di puskesmas. Padahal peran puskesmas sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam upaya kesehatan di masyarakat, terutama upaya promotif dan preventif,” katanya.

Dalam pelaksanaannya terang Shodiq, BOK berpedoman pada ketentuan Standart Pelayanan Kesehatan (SPM) di bidang pelayanan kesehatan dan juga diarahkan untuk mencapai target tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). “Serta harus diarahkan pada pembudayaan pola hidup sehat bagi masyarakat melalui upaya promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat,” tutupnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 45 kali

Baca Lainnya

Rp2,57 Triliun Investasi Masuk ke Jember: Tumbuh 70,2 Persen dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

23 Juli 2026 - 14:59

Bantah Laporan APERSI, REI Jember Tegaskan Pemkab Sudah Bebaskan BPHTB dan PBG bagi MBR 

23 Juli 2026 - 06:12

PBNU – Kemenkes Sepakat Perkuat Kerjasama Sukseskan Program Pemerintah Bidang Kesehatan Masyarakat

22 Juli 2026 - 16:14

Ketua DPRD Jember Jadi Pengisi Bunga Desaku, Warga Mayang Sampaikan Beragam Aspirasi

22 Juli 2026 - 15:11

Jember Siapkan Homecare, Warga Bisa Daftar Lewat Wadul Gus’e dan Hotline Puskesmas

22 Juli 2026 - 14:24

Inkubator Agribisnis UKRI Hadir di Jember, Dorong Hilirisasi Jagung dan Lahirkan Agropreneur Muda

22 Juli 2026 - 14:21

Trending di KABAR NUSANTARA