Pasuruan, kabarpas.com – Peringatan HUT Kemerdekaan RI – 78 masih terasa hingga saat ini. Seperti halnya salah satu Desa, di Pasuruan, Jawa Timur, yang menggelar Kesenian Pencak Silat dan Jaranan.
Kesenian dan Kebudayaan Tradisional yang kita miliki harus kita lestarikan. Seperti halnya Pemerintah Desa Oro – Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
“Saat ini memang eranya digitalisasi, namun kesenian tradisional harus kita lestarikan, dengan menggelar kegiatan semacam ini, agar tidak tergerus oleh zaman modern,” ujar Hariono, Kepala Desa Oro – Oro Ombo Kulon.
Dirinya sengaja menggelar kegiatan Kesenian pencak silat dan jaranan Seno Bhakti, dari Desa setempat “faktor setelah adanya pandemi covid lalu, saya ingin menumbuhkan perekonomian di Desa. Juga untuk melestarikan Budaya Lokal seperti Kesenian tradisional bantengan atau jaranan,” sambungnya.
Meskipun pendanaan kegiatan ini dari kantong pribadi. Namun, diharapkan dapat memberikan perekonomian yang lebih besar kepada UMKM yang ada di Desa dan sekitarnya.
“intinya tidak lepas saya berterima kasih kepada masyarakat yang berupaya merayakan HUT RI dan memeriahkannya. Bantuan tenaga, pikiran dan juga dana. Dengan swadaya masyarakat ini dapat terlaksana dengan sukses,” imbuhnya.
Hariono, yang juga merupakan Kasatkorcab Banser PCNU Bangil, berharap, ekonomi harus tumbuh khususnya di Desa Oro – Oro Ombo Kulon. “Kekompakan masyarakat dengan Pemerintah Desa harus tetap bersinergi,” tutupnya.
Selain penampilan jaranan, ada juga penampilan Tari tradisional yang diikuti 15 sanggar, se Kabupaten Pasuruan. (rfz/gus).

















