Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 3 Okt 2023

Diperta Probolinggo Berikan Sosialisasi Pengendalian OPT Perkebunan Tanaman Tembakau


					Diperta Probolinggo Berikan Sosialisasi Pengendalian OPT Perkebunan Tanaman Tembakau Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) perkebunan tanaman tembakau di Kelompok Tani Putera Mandiri Desa Boto Kecamatan Lumbang.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari unsur petani, kelompok tani dan petugas penyuluh lapang. Mereka mendapatkan materi dari Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo drh Faiq El Himmah, JF Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Muchlisin dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Muda Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Kementerian Pertanian Ika Ratmawati.

Selain di Kecamatan Lumbang, kegiatan ini juga dilakukan di 7 (tujuh) lokasi potensi tanaman tembakau meliputi Kecamatan Paiton, Pakuniran, Kraksaan, Besuk, Pakuniran, Krejengan dan Wonomerto.

Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo drh Faiq El Himmah mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengidentifikasi organisme pengganggu tanaman tembakau baik hama ataupun penyakit.

“Kegiatan ini bertujuan agar petani mempunyai kemampuan mengidentifikasi OPT apa saja yang berpotensi merugikan dalam budidaya tembakau. Serta meningkatkan kemampuan petani untuk menggunakan pestisida nabati serta menggunakan pupuk organik padat maupun cair,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan praktek pembuatan pestisida nabati, pembuatan pupuk organik padat maupun cair, identifikasi OPT penting tembakau serta mempelajari agro ekosistem yang ada pada pertanaman tembakau.

“Harapannya dengan kegiatan ini petani mampu secara mandiri membuat pestisida nabati yang ramah lingkungan, membuat agensia hayati, membuat pupuk organik dan berbudidaya tanaman tembakau yang baik,” pungkasnya. (len/gus).

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

‘Ngamen’ ke Jakarta, Bupati Fawait Bawa Pulang Program Rp500 Miliar untuk Warga Jember

28 Oktober 2026 - 14:31

MPM Honda Jatim Apresiasi Inovasi dan Dedikasi Guru dalam Mengembangkan Pendidikan

28 Oktober 2026 - 14:26

Pimpin Apel Peringatan Sumpah Pemuda Ke-98, Pejabat Sekda Trenggalek Kobarkan Semangat Patriotisme

28 Oktober 2026 - 13:45

126 Atlet Trenggalek Siap Bersaing di Popda dan Peparpeda Jatim

28 Oktober 2026 - 06:21

Rapat Paripurna IV DPRD Kota Pasuruan, Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Disepakati

27 Oktober 2026 - 08:51

DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Terbentuknya Perda Pesantren hingga Siapkan Job Fair Khusus Santri

27 Oktober 2026 - 08:33

Trending di Berita Pasuruan