Pasuruan, Kabarpas.com – Para santri dan masyarakat Kota Pasuruan, kini kian mudah dalam mendapatkan fasilitas pendidikan perguruan tinggi. Itu setelah PC Pergunu Kota Pasuruan menjalin kerjasama dengan Universitas Terbuka ( UT) Malang. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan di Rumah Makan Kurnia Pasuruan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada UT Malang yang telah menjalin kerjasama dan layanan tersebut dengan kami,” ujar Ketua PC Pergunu Kota Pasuruan, Kiai Ikhwan Mahmud.
Menurutnya, usai dilakukan penandatangan MoU ini jadi siapapun bisa berkuliah di UT Malang.
“Sehingga santri dan masyarakat umum khususnya para guru-guru serta warga NU bisa mendapatkan kemudahan dalam pembelajaran perguruan tinggi dan mendapat gelar sarjana,”terangnya.
Lebih lanjut disampaikan, pada agenda ini merupakan silaturahim antara Universitas Terbuka Malang dengan PC-PERGUNU Kota Pasuruan dalam rangka pemaparan neknis kerjasama pendidikan yang dihadiri juga oleh Komunitas MATRA (Masyarakag Adat Nusantara), Muslimat NU dan LP Ma’arif NU Kota Pasuruan.
“Tujuannya adalah untuk peningkatan jenjang pendidikan para Guru NU agar terpenuhinya peningkatan kompetensi dalam mendidik pada masing-masing jenjang pendidikan yang diampuhnya,” terangnya.
“Harapannya agar dengan meningkatan keilmuan yang dimiliki berdampak pada peningkatkan SDM para Guru NU, keilmuan para keder bangsa dan pemenuhan ekonomi dalam kesehariannya,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur UT Malang, Dr. Lilik Sulistyowati Msi mengatakan, sejatinya selama ini pihaknya sudah lama bersinergi dengan pihak PP Pergunu dan baru pada hari ini diperkuat lagi dengan adanya penandatanganan MoU.
“kerjasama ini yakni membuka program kuliah UT di Pergunu Kota Pasuruan dan di lembaga pesantren serta lembaga lainnya. Sehingga bisa menyelenggarakan pendidikan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, sistem pendidikan serta pembelajaran UT Malang menggunakan sistem jarak jauh. “Selain itu bapak dan ibu maupun santri bisa berkuliah tanpa meninggalkan aktifitas sehari-hari,” imbuhnya.
“Sedangkan mekanismenya yakni pembelajaran dengan metode digital. Jadi, bapak dan ibu bisa belajar menggunakan komputer bahkan smartphone yang terhubung dengan akses internet ,” sambungnya. (ion/din).

















