Probolinggo, Kabarpas.com – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop peningkatan kapasitas pendidik PAUD untuk memahamkan Pendidikan karakter dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Ombas Café & Resto Probolinggo.
Kegiatan ini diikuti oleh 70 orang peserta dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Dimana setiap kecamatan ada 2 orang perwakilan ditambah dengan pengurus HIMPAUDI Kabupaten Probolinggo.
Workshop yang dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Sulastri ini dihadiri oleh Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Probolinggo Muhammat Hafit dan Zaitun Nurah pengurus HIMPAUDI Kabupaten Probolinggo sebagai narasumber.
Ketua HIMPAUDI Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah mengungkapkan kegiatan ini digelar dengan tujuan membantu lembaga PAUD di Kabupaten Probolinggo dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka lewat perwakilan lembaganya masing-masing.
“Selain itu, memberikan ruang dan wawasan teman-teman Bunda PAUD dalam pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan. Serta membantu para Bunda PAUD dalam membuat e-raport,” ujarnya.
Siti menerangkan kegiatan workshop ini diselenggarakan oleh HIMPAUDI Kabupaten Probolinggo sebagai implementasi dari program kerja HIMPAUDI Kabupaten Probolinggo dalam upaya peningkatan kapasitas pendidik.
“Melalui kegiatan ini harapannya nanti mampu memajukan dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non Formal Kabupaten Probolinggo lebih maju serta mampu mencetak anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia,” terangnya.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Sulastri mengatakan Kurikulum Merdeka ini merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
“Dengan adanya kegiatan ini harapannya masing-masing Bunda PAUD, sudah paham dan mempunyai bekal yang hari ini langsung diajari terkait dengan penyusunan modul ajar. Nantinya hasil dari penyusunan modul ajar ini setidak-tidaknya guru itu sudah siap dalam persiapan mengajar sekaligus mendidik peserta didik yang ada di wilayah masing-masing,” katanya.
Menurut Sulastri, karena para Bunda PAUD sudah mempunyai bekal dan kemampuan maka harapannya anak-anak yang diajar menjadi anak-anak generasi masa depan yang berkualitas dan bermartabat.
“Harapan besarnya kepada Bunda PAUD, sebagai guru yang sudah siap dan mempunyai modal bagaimana menerapkan Kurikulum Merdeka belajar yang nantinya disampaikan kepada peserta didik. Intinya para Bunda PAUD ini sudah mempunyai kompetensi untuk menerapkan Kurikulum Merdeka dengan baik di lembaganya masing-masing,’” pungkasnya. (len/gus).

















