Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 1 Agu 2025

Tour Leader Laporkan ke Polisi Dugaan Pungli Tiket Masuk ke Bromo


Tour Leader Laporkan ke Polisi Dugaan Pungli Tiket Masuk ke Bromo Perbesar

Pasuruan, kabarpas.com – Dua wisatawan mancanegara asal Belanda, Nieke dan Vera Hart, mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat berkunjung ke Gunung Bromo pada 30 Juli 2025. Mereka mempertanyakan bukti pembayaran tiket masuk yang tak kunjung diterima, padahal biaya sudah dibayarkan di loket pintu masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Kejadian ini membuat tour leader mereka, Ojin, merasa malu dan sempat terlibat cekcok dengan petugas loket, bahkan melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) ke pihak kepolisian.

Kejadian bermula ketika kedua turis asal Negeri Kincir Angin itu tiba di kawasan Bromo bersama Ojin. Sesuai prosedur, Ojin membayar tiket masuk sebesar Rp550.000 untuk dua orang melalui metode pembayaran online. Ia dijanjikan bukti pembayaran dalam bentuk barcode yang akan dikirim melalui aplikasi WhatsApp.

Namun, setelah memarkir jip dan membayar biaya tambahan parkir Rp10.000 serta admin online Rp20.000, barcode yang dijanjikan tidak kunjung datang.

“Masuknya sih lancar, mereka menikmati kawah dan sunrise Bromo dengan puas. Tapi masalah muncul saat keluar,” kata Ojin.

Ketika tiba di pintu keluar kawasan wisata, Nieke dan Vera meminta bukti pembayaran sebagai dokumentasi pribadi. Sayangnya, tidak ada satu pun petugas di lokasi yang bisa memberikan jawaban pasti. Situasi pun memanas karena kedua wisatawan tersebut merasa seolah ditipu.

“Ini memalukan. Mereka tanya bukti, saya juga nggak bisa kasih. Saya sebagai tour leader jadi serba salah. Kalau begini caranya, bisa dikatakan pungli,” ujar Ojin dengan nada kesal.

Merasa tidak mendapatkan kejelasan dan transparansi, Ojin akhirnya melaporkan insiden ini ke Polsek Tosari. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama terhadap wisatawan asing yang datang jauh-jauh untuk menikmati keindahan alam Indonesia.

Insiden ini menjadi catatan penting bagi pengelola kawasan wisata Bromo untuk lebih profesional dan transparan dalam layanan tiket, khususnya dalam memberikan bukti pembayaran resmi kepada wisatawan. Hal ini bukan hanya penting untuk alasan administratif, tetapi juga menyangkut citra pariwisata Indonesia di mata dunia. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab Indonesia, Dorong Ahli Waris Naik Kelas Menjadi Wirausaha

26 Juni 2026 - 16:22

Bicara di LYS 4.0 Kemenpora, Ike Suharjo Beberkan 4 Kunci Sukses Pemimpin Muda Berbasis Empati dan Data

26 Juni 2026 - 11:17

Kapolres Jombang Pimpin Sertijab Rotasi Kasat Reskrim dan Sejumlah Kapolsek Jajaran

26 Juni 2026 - 09:56

Banyuwangi BerStylo Bersama, Ajak Pecinta Skutik Stylish Honda Tampil Seru dan Kompak

26 Juni 2026 - 08:15

Liburan Seru Tanpa Khawatir, Pelajar Diajak Jago Cari_Aman di Jalan dan Belajar di MPM Safety Riding Center

26 Juni 2026 - 08:09

Wali Kota Sambut Kunjungan Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 LAN RI

26 Juni 2026 - 08:04

Trending di KABAR NUSANTARA