Probolinggo, Kabarpas.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi teknis (rakortek) keselamatan perlintasan sebidang kereta api di ruang Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Bambang Singgih Hartadi ini diikuti oleh 4 (empat) camat (Tongas, Sumberasih, Leces dan Tegalsiwalan), 17 kepala desa yang wilayahnya terdapat perlintasan sebidang kereta api serta OPD terkait (Bapelitbangda, Dinas PMD, BPPKAD dan Bagian Hukum).
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan rakortek ini dilaksanakan dalam rangka untuk menindaklanjuti arahan dari Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto pada Forum Diskusi Keselamatan Sebidang Kereta Api pada malam tahun baru 2024 di Pendopo Kecamatan Leces.
“Keselamatan perlintasan sebidang kereta api adalah hal yang utama yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Camat beserta kepala desa hendaknya bisa menggunakan CSR pemenuhan fasilitas sarana prasarana berupa pos jaga dan palang pintu,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Probolinggo Bambang Singgih Hartadi menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang kereta api. “Tujuannya supaya tidak ada lagi kejadian kecelakaan kereta api di wilayah Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Menurut Bambang, hendaknya dilakukan pemasangan banner BERTEMAN yang artinya Berhenti, Tengok Kanan, Tengok Kiri, Aman dan Jalan. Pemasangan banner BERTEMAN ini dapat difasilitasi dari desa yang ada perlintasan sebidang kereta api. “Untuk usulan BKK (Bantuan Keuangan Khusus) ke Provinsi Jawa Timur untuk 12 JPL (Jalur Perlintasan Langsung) masih menunggu jawaban,” tegasnya.
Bambang menambahkan upaya ini merupakan ikhtiar dari peningkatan di perlintasan sebidang kereta api dengan harapan tidak terjadi lagi kecelakaan kereta api. “Masyarakat yang akan melintasi perlintasan yang belum ada palang pintu diharapkan bisa lebih hati-hati. Sebelum melintas hendaknya berhenti, tengok kanan, tengok kiri, aman dan jalan,” pungkasnya. (len/gus).

















