Pasuruan, Kabarpas.com – Dari seniman untuk seniman, begitulah cara para seniman muda mengumpulkan anggaran untuk memberi paket sembako kepada puluhan seniman maupun budayawan sepuh. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menggugah hati pemerintah, mengingat peran serta seniman dan budayawan untuk menjaga identitas suatu bangsa.
Terketuk oleh kondisi seniman maupun budayawan sepuh, yang tidak sedikit mengalami sakit bahkan stroke. Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, memberikan 50 paket sembako kepada seniman yang benar-benar membutuhkan.
Puluhan paket sembako tersebut dikumpulkan dari hasil kepedulian para seniman muda untuk seniman sepuh, tidak hanya di Pasuruan tapi juga di Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang.
“Harapan kami, pemerintah peduli dengan seniman sepuh. Mengingat perjuangan mereka turut serta menjaga identitas suatu bangsa. Jangan sampai mereka merasa terpinggirkan,” ungkap Ki Bagong.
Ki Bagong menjelaskan, budaya adalah identitas suatu bangsa. Yang bisa menjaga adalah seniman dan budayawan. Apabila tidak dijaga, maka jati diri bangsa akan kacau. Mengingat banyaknya norma yang tidak sesuai dengan adat ketimuran.
Hal tersebut, membuat para pelaku budaya harus bekerja keras untuk mencegah dan memfilterisasi budaya asing yang masuk ke Indonesia. Agar tidak terlalu vulgar untuk generasi muda.
Misalnya seni wayang yang tidak hanya sebagai tontonan, tapi merupakan tuntunan yang bisa menjadikan tatanan.
Sehingga para seniman dan budayawan harus bekerja keras melindungi kemajuan budaya. Mengingat banyak budaya-budaya yang termarjinalkan.
Diharapkan pemerintah dapat ikut melindungi kemajuan budaya demi menjaga jati diri sebuah bangsa. Dan peduli terhadap seniman sepuh yang turut menjaga identitas Bangsa Indonesia. (diz/gus)

















