Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 6 Mar 2023

Fraksi Demokrat Minta Belanja Modal Infrastruktur 2024 Harus Diprioritaskan


Fraksi Demokrat Minta Belanja Modal Infrastruktur 2024 Harus Diprioritaskan Perbesar

Trenggalek, Kabarpas.com – Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Trenggalek meminta kepada Pemkab memprioritaskan belanja modal untuk infrastruktur pada kegiatan APBD Tahun Anggaran 2024. Hal ini disampaikan oleh Mugianto, Ketua Fraksi Demokrat DPRD setempat.

Mugianto mengatakan, kita melihat dari sisi anggaran khusus belanja modal infrastruktur.

“Kita tidak mau dalam tahapan usulan Musrenbang tanggal (14/3) tidak menjadi skala prioritas,” ucapnya, Senin (6/3/2024) siang.

Mugianto menuturkan, jika belanja modal untuk infrastruktur tadi sudah disepaki dan Ketua DPRD yang akan menyampaikan di forum Musrenbang terkait yang terjadi di lapangan, yakni infrastruktur yang rusak.

Kang Obeng sapaan akrabnya, menjelaskan, anggaran untuk belanja infrastruktur harus dinaikan.Karena, jika kita melihat di tahun 2022 dan 2023 ini, dimana APBD nya menyentuh angka Rp 2 trilyun, anggaran untuk infrastruktur masih dibawah Rp 300 milyar.

“Ini artinya di tahun 2024 harus dinaikan.Paling tidak menyentuh angka Rp 500 milyar dan itu masih bisa dilakukan,” tandasnya.

Kang Obeng menyebut, angka belanja pegawai di Kabupaten Trenggalek itu masih berkisar antara 800 – 900 Milyar, ditambah belanja barang dan jasa sekitar Rp 1,5 milyar.

“Jadi kalau kita push untuk infrastruk saya kira tidak kesusahan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, masalah yang paling mendesak adalah soal infrastruktur.Karena, jika infrastrukturnya baik maka ekonomi akan tumbuh dan memudahkan masyarakat mencari nafkah.

Selanjutnya, dia mencotohkan jalan poros Panggul – Mbandeng rusak parah dan sampai hari ini belum diperbaiki.Kemudian jalan poros – poros di Pule, baik antar desa maupun antar kecamatan juga banyak yang rusak.

“Tahun 2022 kemarin tidak sempat dibiayai oleh APBD dan tahun 2023 belum dimasukan dalam perencanaan anggaran,” tukasnya.

Dia berharap kepada eksekutif khususnya Dinas PUPR untuk memprioritaskan di Musrenbang tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Secara umum bupati sudah percaya penuh kepada para pembantunya, dalam hal ini adalah OPD yang dipercaya untuk merencanakan.Dari porsi tehknokrat itu wilayahnya OPD.Sehingga harus mampu menterjemahkan saran dan masukan dalam musrenbang itu,” ujarnya.

OPD terkait, masih lanjut dia harus merencanakan usulan – usulan dari masyarakat, karena bupati sudah percaya penuh.

“Kadang – kadang OPD itu sendiri tidak menganggarkan yang dibutuhkan tadi.Itu sering terjadi mis komunikasi.Oleh karena itu jika anggarannya dinaikan tentu saja OPD bisa mengakomodir dan merumuskan usulan dari masyarakat, ” tutupnya. (ags/ian).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Dima Akhyar Mulai Pemetaan Internal PDP Kahyangan, Pembenahan Akan Berbasis Data 

14 Mei 2026 - 16:37

Lewat OSMA, Gus Fawait Ajak ASN Jember Hilangkan Ego Sektoral

14 Mei 2026 - 16:33

Gus Fawait Pasang Target Besar untuk Direksi Baru Perumda Kahyangan

14 Mei 2026 - 06:27

Jember Kembali Jadi Tuan Rumah Karnaval SCTV 2026, UMKM hingga Wisata Ikut Dipromosikan

13 Mei 2026 - 14:56

Birokrat di Balik PAD Rp1 Triliun Itu Kini Jadi Pj Sekda Jember

12 Mei 2026 - 16:31

Indeks Daya Saing Daerah 2025, Jember Ungguli Banyuwangi

12 Mei 2026 - 10:11

Trending di KABAR NUSANTARA