Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 12 Jun 2026

Gus Fawait Raih Gelar Doktor, Soroti Peran Anggaran Pemerintah untuk Tekan Kemiskinan di Jatim


Gus Fawait Raih Gelar Doktor, Soroti Peran Anggaran Pemerintah untuk Tekan Kemiskinan di Jatim Perbesar

Jumat, 12 Juni 2026 – 19.33 | 2073 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyandang gelar doktor setelah menuntaskan sidang promosi doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Jumat (12/6/2026). Dalam penelitian disertasinya, ia mengangkat isu strategis mengenai bagaimana belanja pemerintah dapat menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Jawa Timur.

Disertasi berjudul “Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur” itu membahas pentingnya pengelolaan anggaran yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

Di hadapan tim penguji yang terdiri dari sejumlah Guru Besar Unair dan mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gus Fawait menyampaikan bahwa belanja pemerintah harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Menurutnya, bantuan pemerintah tidak cukup hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi perlu dirancang agar masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat.

“Bantuan tidak hanya bersifat kemanusiaan, tetapi juga harus mendorong produktivitas masyarakat. Usia produktif jangan hanya diarahkan pada pekerjaan kasar, melainkan pekerjaan yang memiliki nilai tambah dan penghasilan yang lebih baik,” ujar Gus Fawait dalam sidang promosi doktor.

Ia menjelaskan, program hibah maupun bantuan sosial perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan pasar kerja.

Dalam kajiannya, Gus Fawait juga memberikan perhatian terhadap pengembangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia menilai, peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang tepat dapat memperbesar peluang tenaga kerja Indonesia untuk memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik.

Selain sektor ketenagakerjaan, Gus Fawait turut menyoroti program kehutanan sosial sebagai salah satu instrumen potensial dalam pengentasan kemiskinan. Menurutnya, program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Program dari pusat seperti kehutanan sosial harus bisa diselesaikan bersama oleh gubernur dan pemerintah kabupaten. Potensinya sangat besar untuk mengurangi kemiskinan,” katanya.

Ia menyebut, apabila pengelolaan hutan sosial dilakukan secara optimal dan masyarakat mendapat akses pengelolaan lahan secara produktif, maka program tersebut dapat menjadi sumber peningkatan pendapatan keluarga.

“Kalau satu keluarga mendapatkan akses pengelolaan hingga dua hektare lahan secara tepat, seharusnya program ini bisa menjadi instrumen yang efektif untuk menuntaskan kemiskinan,” tambahnya.

Namun, Gus Fawait menegaskan keberhasilan berbagai program pemerintah tetap bergantung pada kualitas perencanaan anggaran. Menurutnya, keberpihakan kebijakan dan ketepatan penyusunan anggaran menjadi faktor penting agar belanja pemerintah benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Tinggal bagaimana sikap dan political will dalam budgeting agar seluruh program tersebut tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui penelitian tersebut, Gus Fawait menekankan bahwa keberhasilan belanja pemerintah tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, melainkan dari dampaknya dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin Jawa Timur yang telah mendorong berbagai program pembangunan.

“Saya sebagai bagian dari pemerintah provinsi Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Pakde Karwo dan Gubernur Khofifah. Kami juga tegak lurus mendukung program-program pemerintah pusat,” pungkasnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

ISPA Meningkat, Pemkab Jember Ingatkan Warga Waspadai Gejala Influenza 

19 September 2026 - 15:03

Sembilan Hari Terombang-ambing, Tiga ABK Baliman Ditemukan Nelayan Puger

18 September 2026 - 20:29

Di Balik Kunjungan Home Care Jember, Ada Tindak Lanjut Setelah Pemeriksaan

18 September 2026 - 20:20

Komitmen Dukung Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Raih Apresiasi

18 September 2026 - 16:17

Soal Biaya Berobat Rp75 Ribu, RSD Kalisat Jelaskan Beda Jalur Pasien BPJS dan Umum 

18 September 2026 - 16:13

Tekan Harga Kebutuhan Pokok dan Daya Beli, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah 2026 di Mojoanyar

18 September 2026 - 14:40

Trending di KABAR NUSANTARA