Reporter : Dimaz Zidan
Editor: Agus Hartanto
___________________________________
Probolinggo (Kabarpas.com) – Salah satu anggota Komisi VIII DPR RI, Hasan Aminuddin menegaskan bahwa saat ini Indonesia sedang diuji tentang Kebhinnekaan. Menurutnya, politik kebangsaan diuji karena hadirnya generasi muda dari luar negeri.
“Dari generasi muda luar negeri ini, budaya luar negeri mau dipaksakan masuk di Indonesia. Oleh karena itu organisasi profesi seperti perawat ini harus mampu menjawab pertanyaan masyarakat. Bagaimana perawat bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hasan Aminuddin, dalam sambutannya saat menghadiri Halal Bi Halal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) se-Jawa Timur, di Wisma Kampoeng Kita, Desa Condong Kecamatan Gading, Probolinggo.
Hasan Aminuddin juga mengungkapkan bahwa halal bihalal itu, merupakan budaya asli yang dimiliki oleh Republik Indonesia. Karena di luar negeri bahkan negara Islam sekalipun tidak ada halal bihalal.
“Sejarah lahirnya halal bihalal ini terjadi tahun 1948 atas kegelisahan dari Presiden RI Soekarno. Dimana saat itu sudah ada kelompok elemen tertentu di luar visi dan misi Presiden Soerkarno,” katanya.
Menurut Hasan, keluh kesah dari Presiden Soekarno saat itu disampaikan kepada KH Wahab Chasbullah. Saat itu Kiai Wahab menyampaikan bahwa silaturahim itulah yang akan mencairkan semua masalah antara manusia dengan manusia.
“Supaya bisa dipakai oleh semua kalangan, maka istilah silaturahim diganti dengan halal bihalal. Sehingga kegiatan halal bihalal itu identik dengan pejabat pemerintah bukan komunitas agama tertentu,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kabupaten Probolinggo Mujoko menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun kebersamaan dan kekompakan diantara sesama perawat di Jawa Timur pada umumnya dan Kabupaten Probolinggo pada khususnya.
“Mudah-mudahan dengan semangat halal bihalal ini, perawat mampu meningkatkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Setidaknya perawat bisa lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Halal bihalal ini ditandai dengan saling bersalam-salaman sebagai bukti untuk saling bermaaf-maafan diantara perawat se-Jawa Timur. Halal bihalal ini berlangsung dengan suasana penuh keakraban.
Kegiatan Halal Bi Halal yang difasilitasi oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPNI Jawa Timur dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Probolinggo ini, juga dihadiri oleh Ketua DPW PPNI Jawa Timur Prof. Dr. H Nursalam, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, Ketua DPD PPNI Kabupaten Probolinggo Mujoko. (zid/gus).

















