Blitar, Kabarpas.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Blitar menerima lonjakan permintaan darah trombosit sejak dua bulan terakhir ini. Lonjakan permintaan darah trombosit ini merupakan imbas dari tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Blitar dan banyaknya pasien yang sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan data dari PMI Kota Blitar, sejak bulan Januari hingga awal Maret 2024 jumlah permintaan data trombosit sebanyak 182 kantong.
Hal itu dibenarkan oleh petugas PMI Kota Blitar Eko Hariyanto. Dia merinci, permintaan darah trombosit pada bulan Januari ada 59 kantong, bulan Februari ada 85 kantong dan hingga pertengahan Maret 2024 sudah ada 38 kantong permintaan darah trombosit.
“Permintaan darah trombosit sejak awal tahun sudah meningkat dan kami melihat jumlah peningkatannya itu terus konsisten ke bulan berikutnya,” ujar Eko, Selasa (12/03/2024).
Eko menyebut, tidak semua permintaan darah trombosit itu langsung dilayani oleh PMI Kota Blitar. Artinya, petugas di kantor PMI Kota Blitar harus melakukan pengolahan darah trombosit terlebih dahulu. Dimana, puluhan kantong darah dari para pendonor diolah untuk memperoleh trombosit yang dibutuhkan.
“Peningkatan jumlah permintaan darah trombosit ini kami prediksi memang saat ini banyak pasien DBD sedang butuh. Artinya, kasus DBD itu sedang tinggi juga,” terang dia.
Perlu diketahui, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Blitar untuk periode bulan Januari-Februari 2024 mencapai 10 kasus dan satu pasien anak dinyatakan meninggal dunia. (bay/gus).

















