Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 1 Mei 2026

May Day di Jember Tanpa Aksi Jalanan, Pemkab Pilih Tasyakuran dan Doa Bersama


May Day di Jember Tanpa Aksi Jalanan, Pemkab Pilih Tasyakuran dan Doa Bersama Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Jember berlangsung tanpa aksi demonstrasi. Pemerintah Kabupaten Jember memilih menggelar tasyakuran dan doa bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (1/5/2026), sebagai bentuk peringatan yang berbeda dari daerah lain.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, format peringatan tersebut dimaksudkan untuk menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika hubungan industrial. Ia menilai, kondusivitas menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah hanya bisa meningkat jika semua pihak berjalan beriringan,” kata Fawait usai kegiatan.

Pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir memang mencoba menggeser pola peringatan May Day. Pada 2025, peringatan diisi dengan kegiatan jalan sehat. Sementara tahun ini, agenda diperluas dengan makan bersama dan doa lintas elemen.

Namun, pendekatan ini juga mencerminkan pilihan pemerintah daerah dalam merespons Hari Buruh yang di banyak daerah identik dengan penyampaian tuntutan pekerja melalui aksi massa. Di Jember, ruang tersebut tampak digantikan oleh kegiatan seremonial yang menekankan harmoni antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Fawait menegaskan bahwa menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kesejahteraan buruh menjadi fokus pemerintahannya. Ia juga menyinggung pentingnya menciptakan iklim daerah yang ramah bagi investor.

Di sisi lain, pemerintah daerah menyebut sejumlah program seperti beasiswa, Universal Health Coverage (UHC), hingga penguatan UMKM sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk kalangan pekerja.

Meski demikian, tidak banyak disinggung dalam forum tersebut mengenai isu-isu spesifik ketenagakerjaan seperti upah, kondisi kerja, atau perlindungan buruh yang umumnya menjadi pokok tuntutan dalam peringatan May Day. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Unik, Ratusan Wali Murid SDN Randusari Buat Kain Batik Sendiri untuk Seragam Sekolah Anak

8 Agustus 2026 - 18:29

Dari Sampah hingga Kemacetan, Ini Masalah yang Dikeluhkan Warga Perkotaan Jember

8 Agustus 2026 - 18:22

MPM Honda Jatim Kembali Berikan Beasiswa bagi Anak Asuh Berprestasi di Malang

8 Agustus 2026 - 14:17

Honda DBL 2026 East Java – North Resmi Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

8 Agustus 2026 - 14:13

Perkuat Kapasitas, DWP Kabupaten Probolinggo Gelar Bimtek Kepemimpinan Bagi Ketua DWP Unit Pelaksana

8 Agustus 2026 - 14:10

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Trending di Kabar Otomotif