Oleh : Miftahul Khoiri
KABARPAS.COM – CINTA hadir tidak memandang kapan dan dengan siapa akan berlabuh, begitu juga rasa cinta yang kini mungkin lagi tumbuh di dalam hati ini dan bermekaran dalam jiwa ini, namun rasa ragu masih bersemayam didalam diri, apakah Dini juga merasakan apa yang aku rasakan?. Rasa ini mungkin hanya sebatas rasa yang hanya hadir sesaat, atau rasa ini merupakan sebuah kekaguman kepada seorang wanita yang beda dengan lainnya, karena Dini menurut ku merupakan wanita yang sangat baik, pengertian, dan begitu ramah walaupun aku orang yang baru kenal dengannya.
Setiap hari ku kirimkan pesan kepadanya untuk sekedar basa-basi dan sedikit menyalurkan rasa rindu kepadanya, Dinipun selalu membalasnya dengan begitu ramahnya, padahal akrab secara langsung belum pernah dengannya, hanya kenal lewat dunia maya.Hari-demi hari berlalu, dan pada bulan September ada undangan untuk menghadiri rapat kordinasi daerah, dan aku ditugaskan untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut selama dua hari, yaitu mulai hari Sabtu hingga hari Minggu, namun tanpa diduga ternyata Dini juga ikut dalam kegiatan tersebut.Aku duduk di kursi tengah, sedangkan Dini duduk di kursi paling depan bersama teman-teman dari perguruan tinggi lainnya yang juga ikut dalam kegiatan rapat koordinasi tersebut, namun rasa cemburu hadir dalam diri walaupun rasa cemburu ini hanya sebatas cemburu buta yang tidak tahu asal muasalnya, karena Dini sangat akrab dengan teman laki-laki dari perguruan tinggi yang lain.Waktu telah menunjukkan pukul 5 dan waktunya untuk Ishoma, hingga jam 7 malam, setelah itu lanjut kegiatan lagi, pada sela-sela ishoma aku mencoba mendekati di meja makan yang tidak jauh dari tempat kegiatan, ku tanyakan pada Dini, apakah nanti menginap di tempat kegiatan yang telah disediakan ataukan pulang ke kos atau kerumah?,
Dini hanya tersenyum dan menanyakan balik kepadaku, mengapa aku bertanya seperti itu?, Apakah aku merasa kwatir padanya sehingga aku bertanya demikian, dan aku hanya mengatakan bahwa pertanyaan ku hanya sebatas bertanya saja, namun jika ingin pulang bisa bareng, karena aku nanti akan pulang ke kos dan akan kembali besok pagi.Setelah aku selesai, aku datangi Dini untuk memastikan apakah Dini pulang atau menginap?, Dan ternyata Dini menginap, karena jika ingin pulang kekos, di tempat kosnya tidak ada teman-temannya, namun jika Dini pulang, rumahnya lumayan jauh dan besok pagi dipastikan akan telat mengikuti kegiatan.Aku hanya berpesan padanya, bahwa hati-hati jika menginap dan segera istirahat biar besok kembali fresh saat mengikuti kegiatan, dan Dini hanya mengiyakan. Aku berpamitan kepada Dini untuk pulang, dan ketika aku berjalan cukup jauh dari tempat acara, ketika aku menoleh ke belakang, disana Dini terlihat masih memandangiku. Rasa percaya diri dan rasa diperhatikan tumbuh dalam diri, walaupun rasa itu hanya sebatas rasa yang ada dalam pikiran liarku, karena aku tidak tahu rasa apa yang ada pada Dini, karena Dini memang sangat ramah dan rasa peduli pada orang atau teman sangat baik.Sesampainya di rumah kos, aku chat Dini untuk memastikan apakah sudah di kamar atau masih mengobrol dengan teman dari perguruan tinggi lainnya, ternyata Dini sudah ada di Kamar dan persiapan untuk tidur.
Keesokan harinya, aku melihat Dini begitu elegan dengan busana yang begitu serasi dan dandanan yang natural, sehingga auranya keluarga dengan keteduhannya.Aku menyapanya dengan mengatakan bahwa aku terkesan dengan penampilannya dan dini hanya tersenyum malu. Aku duduk tepat dibelakang Dini, untuk sekedar memotivasi diri agar konsentrasi dengan materi yang disampaikan pemateri.Materi demi materi telah disamakan dan waktunya untuk mengakhiri kegiatan, dan diakhir kegiatan ada momen foto bersama, dan aku berfoto tepat dibawah Dini, karena untuk semua laki-laki duduk dibawah. Setelah kegiatan sudah selesai semua, aku pulang dan pamitan pada Dini untuk pulang duluan, karena pada saat itu aku ada kegiatan lain bersama teman jurusan ditempat lain dan aku juga melihat Dini juga sedang ada agenda lain dengan teman-temannya, sehingga aku tidak mengajak pulang bersama, namun aku hanya mengatakan bahwa nanti jika ada waktu luang, kita keluar bersama ketempat yang bisa buat pikiran tenang dan Dini hanya tersenyum disertai anggukan.
————————————————————-
*Miftahul Khoiri, M.Pd merupakan Dosen Pendidikan Matematika, Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Wiranegara, Dan selain menjadi Dosen Penulis juga aktif di KADIN UMKM Kabupaten Pasuruan dengan Jabatan Sebagai Bidang Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan. Alamat email : miftah.mipa@gmail.com.
___________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.
(***).

















